Home / BERITA / HUKUM

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:29 WIB

Tarif Melonjak 17 Kali Lipat, Jasa Sedot WC di Sumenep Viral Diduga Tipu Pondok Pesantren

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP | MEDIALITERASI.IDLayanan sedot WC di Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah pondok pesantren mengaku ditarik biaya tidak wajar hingga mencapai Rp 6 juta untuk satu tangki penyedotan.

Kasus ini viral lantaran sebelumnya pondok pesantren putra di tempat yang sama hanya membayar sekitar Rp 350 ribu pada Mei 2025 lalu dengan jasa, nomor, dan orang yang sama.

Perbedaan tarif yang sangat mencolok itu membuat para pengasuh dan santri terkejut sekaligus bingung. Pasalnya, pada penyedotan sebelumnya, oknum penyedia jasa mengaku berasal dari instansi negeri. Namun pada penyedotan terbaru, oknum tersebut mengaku sebagai jasa swasta.

Salah satu pengasuh berinisial NR tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat pihak jasa menyampaikan total sedot Tinja/kotoran dimintai biaya mencapai Rp 6 juta.

Iya saya terkejut mas, padahal hanya jeda sekitar 7 bulan dari sedot WC di asrama putra,” ujarnya kepada ini, Rabu 10 Desember 2025.

Menurut NR, para santri sudah menyiapkan dana sesuai tarif sebelumnya, yaitu sekitar Rp 350 ribu. Namun mereka kaget ketika oknum penyedia jasa menyebut tarif terbaru jauh lebih mahal karena diklaim sebagai tarif jasa swasta.

Saya kasihan mas, bingung juga kenapa biayanya tidak sama. Ketika ditanya, pihak jasa bilang yang dulu itu tarif negeri, dan sekarang mahal karena swasta,” tambahnya.

NR (inisial) menilai praktik tersebut berpotensi mencoreng nama pemerintah daerah karena oknum tersebut sempat mengaku sebagai pihak resmi. Ia meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan evaluasi.

Ini harus dievaluasi pemerintah. Kami menduga ada tindakan ilegal dan pungli. Pihak berwenang harus melakukan kunjungan dan menindak jika ada penipuan atau pemerasan,” tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Deddy, memastikan bahwa mobil sedot WC yang datang ke pesantren bukan milik pemerintah daerah.

Bukan mas, itu bukan dari Pemda (red. PUTR). Kalau dari PUTR, kita mengikuti Perda, dan yang paling mahal hanya Rp 1.750.000 untuk septic tank ukuran >6 m3 sampai 7,999 m3, belum termasuk biaya transportasi,” jelasnya melalui pesan WhatsApp, Rabu 10 Desember 2025.

Deddy sapaan akrabnya menambahkan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan mengatur tarif jasa sedot WC swasta, namun ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun jasa swasta yang membuang limbah tinja ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) milik pemerintah.

Swasta boleh buang ke IPLT kami, tapi sampai sekarang belum ada yang masuk,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kapasitas satu tangki penyedotan umumnya sekitar 4 meter kubik. Bila menggunakan tarif pemerintah, biayanya hanya sekitar Rp 700 ribu.

Satu tangki sekitar 4 m3, dan kalau negeri biayanya sekitar 700 ribu,” tambahnya.

Lebih jauh, ia memastikan bahwa kendaraan yang digunakan oknum tersebut bukan kendaraan plat merah milik PUTR, “Tutupnya.

Baca Juga  Dihadiri PBNU dan Masyayikh, Konfercab NU Sumenep Resmi Dibuka

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta masih berupaya melakukan konfirmasi kepada penyedia jasa sedot WC swasta yang diduga menarik tarif tidak wajar tersebut guna dimintai klarifikasi.

Baca Juga  Petani Millenial Sebut Diskoperindag Lemah Tekan Harga Bawang Merah Lokal

Pihak pesantren berharap pihak terkait juga memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaan tarif ekstrem dalam jeda waktu yang relatif singkat.

Jika dugaan penipuan dan pemerasan benar terbukti, aparat penegak hukum (APH) diminta segera turun tangan. Perilaku yang merugikan masyarakat tersebut dapat dijerat dengan:

  • Pasal 378 KUHP / Pasal 492 UU 1/2023 tentang penipuan
  • Pasal 368 KUHP tentang pemerasan

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan jasa sedot WC, terutama yang tidak memiliki identitas resmi atau tidak transparan dalam penentuan tarif.

Share :

Baca Juga

BERITA

Isu Perceraian Mualem dan Bunda Salma Dibantah, Disebut Tidak Benar

BERITA

Ketua Sinode Baptis Papua: OAP Berasal dari Ras Melanesia dan Memiliki Identitas Budaya Papua

BERITA

Polda Metro Jaya Siagakan 17.800 Personel Amankan Laga Persija–Persib di GBK

BERITA

Jaga Iklim Usaha, Kapolri Perintahkan Jajaran Tindak Pungli dan Premanisme

BERITA

Menag Apresiasi Panggung Gembira Santri Misbahul Ulum di Lhokseumawe

BERITA

Gugatan PTUN Masih Berproses, Petani Laoli Layangkan Delapan Desakan ke Bupati Luwu Timur
MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH — Sebanyak 1.001 cup sanger dibagikan gratis kepada pengunjung selama festival budaya Sanger Day Fest 2026 yang berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, pada 11–14 September 2026. Festival ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

BERITA

1.001 Sanger Gratis Dibagikan Selama Sanger Day Fest 2026

BERANDA

Polisi Bongkar 3 “Sarang” Peredaran Narkoba di Kota Batam, Jaringan Libatkan Kasir hingga Ladies Companion