Home / BERITA / EKBIS

Sabtu, 12 Agustus 2023 - 14:25 WIB

Petani Millenial Sebut Diskoperindag Lemah Tekan Harga Bawang Merah Lokal

Foto. Nur Hayat, Petani Muda Millenial

Foto. Nur Hayat, Petani Muda Millenial

Foto. Nur Hayat, Petani Muda Millenial

SUMENEP, Petani muda millenial asal tamidung, kecamatan batang-batang sebut Diskoperindag tidak mampu menstabilkan harga komoditas bawang merah lokal.

Harusnya, diskoperindag mampu menekan harga bawang merah sebagai prioritas karena saat ini sudah masuk masa panen, “kata Nur Hayat, petani muda millenial kepada media ini, Sabtu 12 Agustus 2023 malam.

Ini menjadi evaluasi diskoperindag yang mengatur akses pasar dan perdagangan. Dan Jangan sampai karena lemahnya upaya Pemerintah daerah dalam hal ini Diskoperindag menyebabkan petani millenial patah semangat bahkan down melihat fakta hari ini yang seolah-olah dibiarkan oleh diskoperindag perihal produksi bawang merah yang murah di pasaran.

Bahkan, ia menilai Diskoperindag tidak mampu mengatur stabilitas harga produksi lokal ditengah masa panen di sumenep.

Brebes dan nganjuk sudah mulai panen. Sehingga petani di sumenep jangan sampai di tinggalkan, dan diskoperindag berhak menolak pasokan bawang dari luar daerah jika kemudian merusak harga bawang lokal di  masa panen seperti sekarang ini”jelasnya.

Mestinya diskoperindag membentuk tim khusus dari aktivis, pedagang dan petani guna menjawab kegelisahan saat-saat hampir masa panen di segala komoditas.

Harapannya, kedepan pemerintah daerah dalam hal ini Diskoperindag harus mampu memberikan akses kepada petani millenial guna mengikuti pelatihan-pelatihan dan faktor pendukung lainnya.

“Diskoperindag harus ngecek serta turun langsung ke Pasar, jika tidak sesuai harga maka lakukanlah evaluasi. Dan juga Diskoperindag harus punya formulasi serta berpihak kepada petani lokal”, Harapnya.

Ditambahkan, pihaknya sudah cek ke pasar-pasar dan ditemukan bawang merah dari luar madura, salah satunya Brebes, Mojokerto dan Nganjuk.

“Inilah kemudian yang menyebabkan bawang merah lokal harganya rendah di pasaran. Atau memang ini bagian dari cara Kadiskoperindag bekerjasama dengan korporasi guna melemahkan ekonomi petani lokal?”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan (Kadiskoperindag) Sumenep, Chainur Rasyid belum bisa dikonfirmasi media ini (Mif)

Share :

Baca Juga

BERITA

1.275 Rumah Lolos Verifikasi, Pemko Lhokseumawe Mulai Salurkan Bantuan Stimulan Pascabencana

BERITA

Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Bintang Jasa dan Satyalancana kepada Penggerak Program Gizi dan Rantai Pasok Polri

BERITA

UIN SUNA Lhokseumawe Targetkan 1.500 Mahasiswa Baru 2026, Perkuat Akses Beasiswa dan Kolaborasi Industri

BERITA

Bareskrim Ungkap Kasus Keterangan Palsu Akta Autentik, Tersangka Terancam 7 Tahun Penjara

BERITA

Bencana Berlapis: Korban Banjir Aceh Timur Jadi Korban Kembali Akibat Verifikasi yang Gagal

BERITA

Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Sabu 476 Gram, Etomidate, dan Happy Water di Cakung

ACEH

Konflik Agraria Aceh Timur Memanas, Keuchik dan Warga Dipanggil Polda Aceh, 400 KK Terdampak

ACEH

Tersangka Pembunuhan Warga Peureulak Barat Diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum