Home / ACEH / BERANDA / BERITA / EKBIS

Senin, 15 Juni 2026 - 16:41 WIB

PT Medco EP Malaka Mulai Garap Proyek Gas Blok A Fase II Aceh Timur, Dongkrak Produksi Migas Nasional

Ilustrasi AI

Medialiterasi.id | Aceh Timur – Langkah nyata mengejar target produksi minyak dan gas bumi migas nasional kembali hadir dari Serambi Mekah. Proyek Strategis Nasional Engineering Procurement Construction Installation and Commissioning EPCIC Pengembangan Gas Blok A Fase II di Kabupaten Aceh Timur resmi memasuki tahap pelaksanaan fisik.

Proyek masif ini digadang menjadi pilar keberlanjutan operasi sekaligus pendongkrak kapasitas produksi gas di Wilayah Kerja Blok A. Wilayah kerja potensial tersebut dioperasikan PT Medco E&P Malaka, anak usaha PT MedcoEnergi, di bawah pengawasan ketat Badan Pengelola Migas Aceh BPMA selaku regulator.

Hubungkan Sumur ke Central Processing Plant  

Fokus utama Fase II adalah integrasi infrastruktur bawah tanah menuju pusat pemrosesan. Kepala Divisi Perawatan Fasilitas dan Pengendalian Proyek BPMA Helmi menjelaskan, ruang lingkup pekerjaan meliputi pemasangan flowline atau pipa alir sumur dan trunkline atau pipa utama.

Baca Juga  Jutaan Warga AS Gelar Aksi “No Kings”, Tolak Perang Iran dan Kepemimpinan Trump

“Pipa ini akan mengalirkan gas langsung dari sumur-sumur produksi menuju Central Processing Plant CPP, lengkap dengan seluruh fasilitas pendukungnya,” urai Helmi.

Pengerjaan proyek multi-disiplin ini dipercayakan kepada kontraktor profesional ETI-Encona. Cakupannya meliputi:

Safety: Fondasi utama seluruh aktivitas lapangan

Sipil & Mekanikal: Pembangunan struktur tapak dan dudukan fasilitas  

Piping: Pengelasan dan penyambungan jalur pipa gas bertekanan tinggi

Elektrikal & Instrumentasi: Pemasangan sistem kelistrikan dan sistem pemantauan aliran gas otomatis

BPMA Ketatkan HSSE, Medco Target Tepat Waktu

Baca Juga  Tokoh Adat Pubian Dukung Penuh Silaturahmi Tokoh Adat Saibatin dan Pennyimbang Tuha Raja

Mengingat risiko tinggi pengelolaan gas bumi, BPMA menekankan penerapan standar keselamatan yang ketat. Helmi menegaskan seluruh tim wajib mengutamakan HSSE, menjaga kualitas pekerjaan, serta disiplin jadwal.

“Kami menerapkan good project governance yang ketat. Target kita jelas, proyek ini harus diselesaikan secara aman, tepat mutu, tepat biaya, dan tepat waktu,” pungkas Helmi optimistis.

Dimulainya pengerjaan fisik di lapangan diharapkan segera mengoptimalkan fasilitas produksi gas Blok A. Keberhasilan proyek ini akan memperpanjang napas industri gas di Aceh dan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan energi Republik Indonesia. (AYD)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Presiden Prabowo Gelontorkan BSU Rp900.000 untuk 13,3 Juta Pekerja di Akhir 2026, Cair Sekaligus 3 Bulan

BERANDA

Masuk Istana Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Klaim Sikap Tetap: Dari “Radical Break” ke “Enak di Dalam”?

BERITA

Dewan Adat Papua Serahkan Surat Mandat kepada Gisman Yanengga untuk Jalankan KAPP Papua Tengah

BERANDA

Bukan Tanda Gila, Ini 7 Fakta Psikologis di Balik Kebiasaan Bicara Sendiri yang Jarang Diketahui

BERANDA

Junjung Sportivitas: Menghormati Perjuangan Malaysia 6-0 yang Harus Pulang Karena Selisih Gol

BERITA

Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Sejumlah Menteri dan Pejabat Ikut Berganti

BERANDA

Literasi Bola: Kenapa 7 Gol Belum Aman? Memahami Drama Selisih Gol di FIFA ASEAN Cup 2026

BERANDA

Literasi Hukum: Modus Penyelundupan 50 Kg Sabu via BMW Terbongkar di Bakauheni