Home / OPINI

Sabtu, 29 April 2023 - 09:13 WIB

SEBAGAI PEMIMPIN YANG BAIK, SAYA AKAN BERHENTI UNTUK MEMERINTAH

Oleh :
Assoc. Prof. Dr. T.M. Jamil, M.Si
Akademisi, USK, Banda Aceh

Tulisan ini sengaja saya hadirkan dalam rangka persiapan untuk menyambut hari Pendidikan Nasional 2023. Sebagaimana dipahami di kalangan akademisi dan kaum awam bahwa, “Pemimpin atau Guru sejati adalah melayani. Melayani orang-orang. Melayani minat terbaik mereka. Dalam memimpin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejati selalu dimotivasi oleh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan mereka pun bersedia membayar harganya” – Eugene B. Habecker.

Para Sahabat dan Adik-adikku di Negeri ini, sebagai pemimpin dan guru yang baik, Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika diberi kekuasaan.

Memimpin atau guru yang efektif adalah sebuah seni melayani dan memberikan bantuan. Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani.

Pemimpin yang tak perlu banyak menyuruh atau mengatur. Justru bawahannya yang dengan ikhlas berbuat. Guru yang baik, guru yang tidak banyak menyuruh, namun murid atau mahasiswa sendiri yang hadir atau datang kepada gurunya untuk berdiskusi, konsultasi atau meminta tugas dan tanggung jawabnya sendiri.

Baca Juga  DARI SAMBO KE MARIO TRISAMBODO

Jika itu terjadi padamu, maka dirimu telah menjadi pemimpin dan guru yang baik bagi orang lain. Masya Allah.

Menurut pakar kepemimpinan John C. Maxwell, untuk menjadi orang besar
kita harus mau menjadi yang paling kecil dan juga pelayan bagi orang lain. Meski kita sendiri tak dihargai dan kita pun tak pernah meminta untuk dihargai. Dihargai atau tidak, bagi kita Itu tak penting. Karena kebahagiaan kita ketika mampu membuat orang lain nyaman dalam kehidupannya.

Layanilah orang lain dengan melakukan apa yang kita minta lakukan pada orang lain. Bersedia menyingsingkan lengan baju kita untuk bekerja. Otomatis Anda akan menjadi contoh bagi karyawan, murid, mahasiswa atau pengikut Anda.

Dengarkan aspirasi karyawan atau murid Anda dan berempatilah pada mereka. Empati Anda akan menimbulkan rasa hormat mereka terhadap Anda, serta memberikan pertumbuhan pada diri Anda dan pengikut Anda.

Baca Juga  Peuingat Uroe Lahee; Aceh menentang Pusat Tak Pernah Menang, Juga Tak Pernah Bisa Ditaklukkan

Meski kadangkala Anda sendiri tak pernah dengar dan hiraukan. Tapi biarkan itu menjadi “pelajaran hidup” baginya kelak.

Sahabatku dan adik-adiku – Jadilah mentor mereka. Menjadi mentor atau pembimbing adalah bagaimana kita mengubah seseorang menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Mungkin ini butuh waktu dan kesabaran bagi kita. Tapi yakinlah kesabaran itu akan berbuah kenikmatan yang luar biasa jika waktunya tiba. Allahu Akbar.

Fokuslah juga pada solusi permasalahan, bukan pada kesalahan karyawan atau mahasiswa Anda. Formulasikan rencana tindakan Anda untuk mengatasinya. Karyawan atau mahasiswa soal kesalahan itu sudah biasa. Biarkan saja kesalahannya menjadi “buku panduan” bagi dirinya dalam melihat dunia ini yang semakin luas.

Nah, Jika Anda ingin menjadi pemimpin atau Guru yang baik pada tingkat yang lebih tertinggi, maka bersedialah melayani orang yang paling rendah. In Sya Allah, Kesuksesan hanya menunggu waktu…

Kutaraja, 29 April 2023

Share :

Baca Juga

OPINI

Opini Guru Besar USK: Bendera Bintang Bulan Aceh dan Ujian Kepastian Hukum Negara

OPINI

Waktu Akan Membuktikan: Penjilat Pergi Saat Kepentingan Habis, yang Tulus Tetap Setia

OPINI

Kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam Spektrum dan Lanskap Polri Bersama Masyarakat dan Bhayangkara Negara

EDUKASI

Dari Penilaian ke Asesmen, dari Hukuman ke Disiplin Positif: Menguji Wajah Baru Pendidikan Indonesia

HUKUM

Ketika Klien Bertanya: Memahami Hak dan Peran Advokat dalam Perkara Hukum

OPINI

Untuk Para Pakar Yang Dianggap Goblok, Jangan Pernah Kapok

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

ACEH

Maulid Nabi di Pulo Gajah Mate Meriah dengan Zikir dan Rapai, Tgk. Asnawi Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah SAW