Home / BERITA

Minggu, 29 Maret 2026 - 00:10 WIB

Polemik Bendera Sobek di RS Husada Batam, Manajemen Ambil Langkah Cepat dan Soroti Etika Peliputan

MEDIALITERASI.ID.| BATAM – Polemik terkait kondisi Bendera Merah Putih di lingkungan RS Keluarga Husada Batam menjadi perhatian publik setelah beredarnya pemberitaan yang menampilkan bendera dalam kondisi sobek dan kusam. Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen rumah sakit menyatakan telah mengambil langkah cepat dengan mengganti bendera yang dimaksud.

Berdasarkan pantauan yang dimuat dalam salah satu pemberitaan, bendera yang berkibar di halaman rumah sakit tampak memudar dan terdapat bagian yang sobek. Kondisi tersebut dinilai tidak layak dan memicu kritik karena dianggap tidak mencerminkan penghormatan terhadap simbol negara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Direktur RS Keluarga Husada Batam, Indra Nur Hidayat, membenarkan adanya masukan terkait kondisi bendera tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti.

“Saya langsung perintahkan untuk menurunkan dan mengganti bendera dengan yang baru sebagai respons atas masukan tersebut,” ujar Indra pada akun @thread Instagram resminya. Jum’at (27/03/2026)

Baca Juga  PIKA-PIM Gandeng Barista Binaan Ditempatkan di Outlet Jeumpa Cake Shop

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi bendera pertama kali disampaikan oleh dua orang yang mengaku sebagai wartawan yang datang ke rumah sakit pada pagi hari. Karena petugas humas sedang cuti, pertemuan kemudian dijadwalkan berlangsung pada siang hari.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, pihak rumah sakit menerima masukan terkait kondisi bendera dan langsung mengambil tindakan sebagai bentuk tanggung jawab. Manajemen juga menegaskan komitmennya untuk menghormati Bendera Merah Putih sebagai simbol negara yang harus dijaga kehormatan dan martabatnya.

Di sisi lain, pihak rumah sakit turut menyoroti aspek etika dalam proses peliputan. Manajemen menyatakan bahwa pihak yang mengaku sebagai wartawan tersebut tidak menunjukkan identitas atau kartu pers saat diminta. Selain itu, terdapat perbedaan pandangan terkait proses komunikasi yang terjadi.

Namun demikian, informasi mengenai dugaan adanya permintaan tertentu dalam proses tersebut masih merupakan klaim sepihak dari manajemen dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga  Mahfud MD Puji Polri Bongkar 38 Ribu Kasus Narkoba: Capaian Luar Biasa, Bukti Komitmen Asta Cita

Sementara itu, dalam pemberitaan yang beredar, kondisi bendera yang dinilai tidak layak tersebut menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak menilai kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi, terutama di lingkungan fasilitas pelayanan publik, dan berharap adanya peningkatan perhatian terhadap penggunaan simbol negara.

Menanggapi hal itu, manajemen RS Keluarga Husada menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat maupun media. Pihaknya juga menegaskan tidak pernah menghalangi kerja jurnalistik, sepanjang dilakukan sesuai prosedur dan etika yang berlaku.

“Kami terbuka terhadap kritik dan pemberitaan, selama disampaikan secara profesional dan berimbang,” kata Indra.

Polemik ini menjadi pengingat bagi semua pihak, baik institusi maupun insan pers, untuk bersama-sama menjaga profesionalisme, akurasi informasi, serta penghormatan terhadap simbol negara sesuai ketentuan yang berlaku. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Kepri Kembali Gerebek Kampung Aceh, 114 Orang Diamankan untuk Pemeriksaan

BERITA

Kajari Luwu Timur Tegaskan Tak Akan Mundur Usut Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Vale

BERANDA

Rubio: AS Tak Wajib Lindungi Dunia Selamanya, PM Spanyol Balas: Siapa Suruh Serang Iran?

BERANDA

Kabut Asap Makin Parah, 63 Sekolah di Bintulu dan Tatau Ditutup Hingga 11 September

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan

BERITA

Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri, Nilai Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit

BERITA

Diduga Peras dan Intimidasi Warga, Dua Orang Diamankan Polisi di Karawaci

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir