Home / BERITA / HUKUM

Rabu, 8 April 2026 - 21:00 WIB

Oknum PNS Diduga Tawarkan Proyek Fiktif, Rugikan Korban Rp700 Juta

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe mengungkap kasus dugaan penipuan dengan modus penawaran proyek fiktif yang melibatkan seorang oknum aparatur sipil negara (PNS) dari Kabupaten Bener Meriah. Tersangka berinisial G, warga Aceh Tengah, diduga merugikan korban hingga lebih dari Rp700 juta.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menjelaskan, kasus tersebut bermula dari pertemuan antara tersangka dan korban berinisial J di kawasan Pangoi, Kota Lhokseumawe. Dalam pertemuan itu, tersangka yang pernah menjabat sebagai kepala dinas di Bener Meriah menawarkan sejumlah proyek dengan mengklaim memiliki akses dan kedekatan dengan pihak tertentu.

“Modus tersangka adalah menawarkan proyek fiktif dengan memanfaatkan jabatan dan kepercayaan korban untuk keuntungan pribadi,” ujar Kapolres dalam konferensi pers di Gedung Serbaguna Polres Lhokseumawe. Rabu (8/4/2026)

Baca Juga  RTIK Aceh Meratakan Program Nasional Turun Sampai Ke Pelosok Desa

Komunikasi antara keduanya berlanjut melalui telepon. Pada awal Februari 2025, mereka kembali bertemu, dan tersangka kembali menjanjikan sejumlah proyek pengadaan, khususnya di bidang kesehatan dan infrastruktur. Proyek tersebut meliputi pengadaan mesin cuci darah, cold storage, mobil instalasi pengolahan air limbah (IPAL), genset, kursi roda, serta proyek lainnya dengan nilai mencapai lebih dari Rp700 juta.

Tergiur dengan tawaran tersebut, korban kemudian menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka, baik melalui transfer maupun secara tunai. Namun hingga 2026, proyek yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Tersangka juga tidak mengembalikan dana yang telah diterima.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekening dan bukti transaksi keuangan, print out percakapan antara korban dan tersangka, kwitansi penyerahan uang tertanggal 17 Maret 2025, serta dua sertifikat yang sempat dijadikan jaminan, namun diketahui bukan atas nama tersangka.

Baca Juga  Anak Pemulung Berprestasi Gagal Masuk SMPN 27 Bekasi karena Zonasi

Kapolres menambahkan, pengungkapan kasus ini disampaikan dalam konferensi pers yang turut dihadiri Wakapolres Kompol Salmidin dan Kasat Reskrim AKP Dr. Bustani.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Polres Lhokseumawe dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Polres Lhokseumawe mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penawaran proyek yang tidak jelas legalitasnya serta memastikan setiap kerja sama dilakukan melalui mekanisme resmi guna menghindari tindak penipuan. (**)

Share :

Baca Juga

ACEH

AI Tak Bisa Gantikan Integritas Wartawan, Medco E&P dan BPMA Gelar Dialog dengan 33 Jurnalis Aceh Timur di Medan

HUKUM

Bongkar Pabrik Sabu 1,2 Ton di Aceh, 7 Orang Ditangkap di China – Terancam Hukuman Mati

NASIONAL

Polda Metro Jaya Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bersama 100 Mahasiswa di Jakarta

BENCANA

Warga Minta Pemkot Banda Aceh Evaluasi Pohon Trembesi di Jalur Wisata PLTD Apung

BENCANA

Waspada! Bibit Siklon Tropis 98B di Teluk Benggala Ancam Aceh dan Sumut Sepekan ke Depan

ACEH

Di Musda Golkar, Al-Farlaky Buka Pintu Kolaborasi untuk Pembangunan Aceh Timur

ACEH

Bukan Janji! Bupati Al-Farlaky Buktikan Pelayanan Makin Baik, 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah Dibagikan

ACEH

Wabup Aceh Timur Tekankan Peran Pemuda Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya Saing.