Home / EKBIS

Rabu, 10 April 2024 - 13:12 WIB

Pedagang Kaki 5 dan Serba 35 Pemuas Dahaga Bagi Kantong Pas – Pasan

Sketsa Malam Lebaran

MEDIALITERASI.ID | IDI RAYEUK – Pernahkah kita berbelanja di pedagang kaki lima dan di toko serba 35. Mungkin pernah, cuma sesekali. Lain halnya bagi kalangan berpenghasilan pas-pasan. Pedagang kaki lima dan toko pakaian eceran serba 35 bagai “pemuas dahaga” bagi keterbatasan kocek mereka.

Pemandangan itu memuncak di kawasan simpang Jl. Mon pacok, simpang 3 Bina sekata Keude Aceh dan disisi jalan sultan Iskandar muda Idi Rayeuk Aceh Timur, dan beberapa toko pakaian eceran yang menawarkan harga serba 35 yang berlokasi disisi jalan lintas Sumatera ibu kota kabupaten Aceh Timur itu, Hiruk-pikuk berlangsung pada malam lebaran, Selasa kemarin. Hingga larut malam, jelang Idul Fitri 1445-H esok hari (Rabu 20 April 2024)

Berdesakan di toko serba 35 untuk memilih sesuai selera tanpa harus lagi untuk tawar menawar bila cocok pola dan warna angkat barang, dan di antara lalu-lintas kendaraan sepeda motor, berlangsung suasana suka-cita. Pemandangan yang juga menghentak keharuan. Selintas membuat mata berkaca-kaca. Betapa tidak, berjubel manusia bagai dikejar waktu untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan. Sangat mungkin untuk si buah hati yang sudah dijanjikan sepatu baru. Atau sekadar kebutuhan pakaian lainnya, semata untuk merayakan tradisi lebaran.

Baca Juga  BI Klarifikasi Soal Dana Pemda di Bank, Setelah Dedi Mulyadi Pertanyakan Data

Kalangan yang dapat dikatakan sangat jarang menoleh toko atau pusat perbelanjaan. Apalagi niat berbelanja. Sekadar jalan-jalan pun, rasanya enggan. Tak cuma lantaran penghasilan yang relatif hanya cukup untuk menyambung hidup sehari-hari.

Bagi kalangan berpenghasilan pas-pasan, pedagang kaki lima dan Toko serba 35 bak saudara kandung yang kerap memberikan solusi. Seolah hanya itu tempat tujuan mereka. Barang kebutuhan yang menjanjikan harga murah dan banyak pilihan. Bahkan transaksi dengan caranya yang khas. Tawar-menawar hingga sepakat harga murah. Bungkus!

Itu pula suasana hiruk-pikuk pada malam lebaran kemarin. Kawasan di belahan Aceh yang Tempo dulu terkenal penghasilan Lada, Pinang, Kopra dan Karet. Seolah tak ada hari esok untuk belanja. Hari lebaran nan fitri yang bagi mereka identik dengan busana dan sepatu baru. Meski seadanya yang ditemukan di lapak emper toko itu. Di toko serba 35. Toh, hari-hari lain atau berikutnya bukanlah kejaran kalangan mereka. Hari-hari yang melulu untuk kebutuhan makan.

Baca Juga  UIN Ar-Raniry Butuh Nahkoda, Bukan Sekadar Penjaga Mesin

Di antara mereka, termasuk kalangan urban. Kelompok yang dapat didefinisikan sebagai masyarakat, yang ingin memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari — menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebagian besar adalah penduduk dalam rentang usia produktif berkisar 20-50 tahun.

Malam lebaran menjadi ruang terakhir bagi mereka. Sebelumnya, bahkan tak siap bekal untuk belanja lebaran. Moment limpahan rezeki bagi para pedagang kaki lima dan toko serba 35 yang kian tersisih arogansi gaya belanja online. Pun bagi konsumennya yang termasuk kalangan urban tadi, tentu terkandung harapan kembali bisa menuai rezeki. Lewat keringat dan ikhtiar yang tak pernah henti. Sederet harapan baru, usai berlebaran dan saling bermaaf-maafan. Semoga.

By – Editor – Ayahdidien

Share :

Baca Juga

BERANDA

Resmi! Presiden Prabowo Salurkan BSU Rp900.000 untuk 13,3 Juta Pekerja Mulai Oktober 2026

BERANDA

Presiden Prabowo Gelontorkan BSU Rp900.000 untuk 13,3 Juta Pekerja di Akhir 2026, Cair Sekaligus 3 Bulan

BERANDA

Mulai Oktober 2026, Pemerintah Buka Rekening Massal di BRI untuk 200 Juta Warga, Dapat Dana Awal Rp50.000

EKBIS

Keluarga Hartono Diam-Diam Gelontorkan Rp24,6 Triliun untuk Investasi di Luar Negeri

BERITA

Pemerintah Buka Jalan bagi Rokok Ilegal Masuk Jalur Legal, Tolak Aturan Siap Diberantas

BERITA

Tiga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tetap

EDUKASI

Mahasiswa PNL Kembangkan TAKO.YU, Takoyaki Ikan Keumamah Khas Aceh

BERANDA

Gaji Guru Luksemburg Capai Rp260 Juta per Bulan, Tertinggi di Dunia Versi Data OECD