MEDIALITERASI.ID | PIDIE – Warga Kabupaten Pidie, Aceh, digegerkan penggerebekan pabrik narkoba jenis sabu skala internasional di kawasan pemukiman padat. Tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai berhasil membongkar laboratorium rahasia sabu yang tersembunyi di dua unit ruko di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Kamis (22/10/2026).
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebut pengungkapan ini sebagai pengungkapan pabrik sabu terbesar di Indonesia tahun 2026. Barang bukti yang disita mencapai *1,1 hingga 1,2 ton metamfetamin cair* siap olah menjadi sabu kristal jenis Blue Ice, kualitas terbaik dengan nilai ekonomi sangat tinggi.
2 Ruko Dijadikan Lab, Mampu Produksi 1 Ton Sekali Masak
Berdasarkan informasi resmi di lapangan, dua ruko tersebut dialihfungsikan menjadi laboratorium lengkap dengan bahan kimia prekursor, alat produksi, dan sistem tertutup agar tidak tercium warga. Pabrik ini diduga mampu memproduksi 500 Kg hingga 1 ton sabu dalam satu kali proses.
Lokasi pabrik berada di pemukiman padat, dekat sekolah dan masjid. Warga sekitar tidak menyangka karena ruko selalu tertutup rapat dan dijaga ketat dari dalam.
11 Tersangka, 2 WNA Jadi Koki Sabu Jaringan Golden Peacock
Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengamankan 11 orang tersangka, terdiri dari 9 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 2 Warga Negara Asing (WNA).
Dua WNA tersebut diduga kuat sebagai peracik atau koki sabu jaringan internasional Golden Peacock. Informasi awal menyebut keduanya berasal dari Taiwan, namun dalam keterangan resmi terbaru Kapolri menyebut 2 warga China. Kedua WNA tersebut diduga melakukan survei ke Aceh sejak Mei 2026 untuk menyiapkan laboratorium.
Selain sabu cair, petugas juga menyita sejumlah zat kimia prekursor dan peralatan produksi. Seluruh barang bukti masih dalam penghitungan final tim laboratorium forensik Polri.
Kapolri Turun Langsung ke Pidie
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tiba di Aceh pada Jumat (24/10/2026) dan langsung bertolak ke Pidie untuk memimpin konferensi pers di lokasi kejadian. Lokasi pabrik kini dipasangi police line dan dijaga ketat aparat bersenjata lengkap.
“Ini adalah pengungkapan sabu terbesar dengan kualitas terbaik yang dikenal dengan Blue Ice. Ini hasil kerja bersama Bareskrim, BNN, Bea Cukai, dan masyarakat,” ujar Kapolri dalam keterangannya.
Warga Sebut Sosok ‘Abangdaa’
Di kalangan warga, beredar informasi soal sosok berinisial “Abangdaa” yang diduga menyediakan tempat dan memodali operasional. Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan warga dan belum dikonfirmasi resmi oleh penyidik.
Kasus ini kini ditangani Bareskrim Polri. Polisi masih mengembangkan jaringan internasional yang diduga mengendalikan pabrik tersebut dari luar negeri.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat Aceh untuk waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. (*)
Penulis: Redaksi Medialiterasi.id
Editor: Tim Media Literasi | SCK 101,7 FM Swara Cempala Kuneng – Aceh Timur Garang







