Detik-Detik Balai Kota Limoges Terbakar: Ikon Neo-Renaissance 1883 Ludes Dibakar Massa Bertopeng
MEDIALITERASI.ID | PARIS – Perancis membara. Sebuah gedung bersejarah ikonik berusia 143 tahun di Kota Limoges, Perancis tengah, ludes terbakar setelah dibakar oleh amuk massa di tengah demonstrasi nasional menentang kenaikan biaya hidup, Sabtu (18/10/2026) malam waktu setempat.
Gedung yang terbakar adalah Balai Kota Limoges (Limoges Town Hall), bangunan bergaya neo-Renaissance yang dibangun pada tahun 1883 dan ditetapkan sebagai monumen bersejarah nasional Perancis sejak 1975. Akibat kebakaran hebat, atap gedung runtuh menimpa lantai di bawahnya dan dua pertiga bagian eksterior bangunan hilang.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik dramatis saat menara lonceng setinggi 43 meter yang menjadi ikon kota itu runtuh diterjang api, mengingatkan publik pada tragedi kebakaran Katedral Notre-Dame pada 2019 lalu.
Wali Kota Limoges, Guillaume Guerin, menyebut pembakaran itu sebagai aksi yang telah direncanakan. “Ada niat yang jelas dan terencana untuk membakar balai kota, dan orang-orang di dalam gedung ketakutan akan nyawa mereka,” kata Guerin kepada Reuters.
Prefek Haute-Vienne, Maurice Barate, menyebut insiden ini sebagai “bencana bagi warisan budaya” dan “aksi yang disengaja oleh perusuh”. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, meskipun staf dan polisi kota berada di dalam saat api mulai membesar.
Kebakaran ini terjadi di tengah gelombang protes yang memasuki pekan keempat di Perancis. Lebih dari 550.000 orang turun ke jalan dalam lebih dari 100 aksi di seluruh negeri, menurut Kementerian Dalam Negeri Perancis. Massa bertopeng dilaporkan membakar mobil polisi di depan balai kota, memecahkan jendela dengan balok, dan masuk ke dalam sebelum membakar gedung.
Kerusuhan juga meluas ke kota besar lain seperti Paris, Marseille, Lyon, Lille, dan Bordeaux, di mana toko-toko dijarah dan gedung pemerintahan diserang. Kementerian Dalam Negeri mencatat sekitar 400 orang ditangkap pada Sabtu saja.
Presiden Emmanuel Macron yang akan mengakhiri masa jabatannya dalam enam bulan ke depan angkat bicara melalui media sosial: “Tidak ada tempat untuk kekerasan di republik kita. Mereka yang telah menghancurkan, menyerang prefektur serta bisnis, bahkan menjarah balai kota kami, akan dituntut dan dihukum.”
Bagi warga Limoges, kehilangan balai kota bukan sekadar kehilangan kantor pemerintahan. Bangunan itu dihiasi kerajinan khas Limoges, mozaik Venesia, dan lambang-lambang porselen Haviland, berdiri di atas situs yang diyakini sebagai bekas forum Gallo-Romawi. Wali Kota Guerin bahkan mengancam akan mengundurkan diri jika kota tidak mendapat bantuan lebih dari 1 juta dolar untuk perbaikan.
Hingga Minggu pagi, api telah berhasil dipadamkan, namun Balai Kota Limoges dinyatakan “largely lost” atau sebagian besar hilang. (*)
Sumber: AFP, Reuters, Fox News
Editor: Ayahdidien sck







