MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi Bahasa Inggris resmi diperkenalkan pada ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, sebagai bagian dari upaya penguatan diplomasi Indonesia di panggung global.
Buku karya bersama Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, dan Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, itu ditampilkan di Paviliun Indonesia dalam rangka mendukung diplomasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada komunitas internasional.
Dirgayuza Setiawan mengatakan, buku tersebut diserahkan kepada Managing Director Investment Danantara Indonesia, Stefanus Ade Hadiwidjaja, untuk dipamerkan dalam kegiatan WEF Davos 2026.
“Saya menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi Bahasa Inggris kepada Bapak Stefanus Ade Hadiwidjaja untuk ditampilkan di Paviliun Indonesia pada WEF Davos 2026 sebagai bagian dari showcase diplomasi MBG dan khazanah rasa Nusantara,” ujar Dirgayuza, Jumat (23/1/2026).
Sebelum diperkenalkan di Davos, buku berjudul Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program itu telah diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Inggris, Desra Percaya, di London, Selasa (20/1/2026), sebagai langkah awal diplomasi kuliner dan ketahanan pangan Indonesia.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengapresiasi upaya tersebut sebagai bagian dari promosi Indonesia di forum internasional.
“Alhamdulillah, di tengah kesibukan lawatan bersama Presiden, Mas Dirgayuza terus berikhtiar memperkenalkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara di tempat-tempat istimewa. Setelah diperkenalkan di Kedutaan Besar RI di Inggris, kini buku versi Bahasa Inggris tersebut dapat diakses di WEF Davos, forum bergengsi dunia,” kata Dedi Prasetyo, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, buku tersebut diharapkan menjadi media diplomasi Indonesia sekaligus memperkenalkan keanekaragaman kuliner Nusantara dan program Astacita Presiden kepada dunia.
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara tidak hanya memuat dokumentasi menu, tetapi juga mencatat peran Polri dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri sejak dini hari hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional (BGN) menilai buku ini sebagai simbol pendekatan baru dalam membangun bangsa melalui perhatian terhadap kesehatan dan gizi generasi masa depan.
Kehadiran buku tersebut di WEF Davos 2026 menegaskan komitmen Polri dalam mendukung diplomasi Presiden, memperkuat citra positif Indonesia, serta memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara di tingkat global. (H.R)







