Home / BERITA / EDUKASI

Sabtu, 17 Desember 2022 - 11:22 WIB

Tiga Praktisi Pendidikan Dialog Memperingati Hari Ibu

BANDA ACEH – Praktisi Pendidikan Aceh melakukan dialog mengenai peranan perempuan Indonesia dengan tema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju” berlangsung diruang Theater FEBI UIN Ar-Raniry pada Kamis, Banda Aceh (15/12/2022)

Dialog interaktif yang dihadiri oleh 3 Narasumber itu diantaranya Sofiatuddin Syah, S.E selaku DWP UIN Ar – Raniry Banda Aceh, Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc selaku praktisi Pendidikan Kahfis Aceh dan Cut Rafiqa Majid sebagai Founder Kobarislamic Academy dan Founder Muslimah.

Sepanjang dialog ketiga narasumber memaparkan makna hari ibu serta peran perempuan dalam membentuk peradaban. Hal itu dapat dilihat dari berbagai peran yang dan dedikasi serta kontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Siti Nurhidayah atau yang kerap disapa Bunda Dayah selaku narasumber memaparkan, perempuan berdaya dan tangguh dimulai dari rumah.

“Perempuan adalah sebagai Ibu peradaban”, ucap Bunda Dayah.

Lebih lanjut, Ketua Kahfis Aceh itu juga menuturkan, menurutnya peran ibu sebagai madrasatul ula menjadi sangat penting untuk membentuk perempuan dalam peranannya sebagai anak, istri, ibu dan beragam multi talent yang berkiprah di ruang publik.

Baca Juga  Gudang Es Krim Aice di Lhokseumawe Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Selain itu Kepala Stasiun RRI Banda Aceh, Dra.Dwi Koryaningsih MM, juga mendukung penuh program dengan menyiarkan secara langsung di programa 4 dan Chanel youtube RRI banda aceh.

Sepanjang dialog para narasumber memaparkan makna hari ibu serta peran – peran apa saja yang dapat dilakukan oleh para perempuan khususnya Ibu dalam membentuk Peradaban yang lebih baik.

Hal seirama juga di paparkan oleh Founder Kobarislamic Academi Cut Rafiqa Majid dalam dialog ini.

Selain itu Sofiatuddin Syah, S.E sebagai ketua DWP UIN Ar-Raniry banda Aceh juga mengungkapkan tentang hari Ibu “setiap hari itu adalah hari ibu. Ibu adalah sebuah komponen penting dalam sistem kehidupan keluarga, bermasyarakat, dan berbangsa. Jadi semuanya tidak lepas dari peran Ibu.

“Kenapa tanggal 22 Juni diperingati sebagai hari Ibu? “, tanya DPW UIN Ar -Raniry.

Sofiatuddin pun menjelaskan, menurutnya memperingati hari ibu perlu dilakukan sebagai bentuk apresiasi negara bagi semua perempuan di Indonesia atas peran dan dedikasinya serta kontribusinya bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga  Bongkar 1.833 Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Sita 712,01 Kg Barang Bukti

“Itu sebabnya peringatan Hari Ibu tidak hanya dalam bentuk mengucapkan terima kasih, atau karangan bunga, atau yang model seremonial begitu saja. Tapi lebih dari itu, peringatan Hari Ibu itu bertujuan untuk mendorong agar semua pemangku kepentingan dan masyarakat memberi perhatian dan pengakuan atas pentingnya eksistensi perempuan dalam segala sektor kehidupan termasuk sektor pembangunan di negara dan bangsa”, paparnya lebih lajut.

Dirinya menambahkan, peran perempuan sangat besar dalam peradaban, baik dahulu, kini, dan nanti. Sehingga perlu di apresiasi, tidak hanya setiap tanggal 22 Desember saja tetapi pastinya setiap harinya. Dalam paparan itu dirinya juga menyemangati para perempuan dan Ibu-ibu Indonesia untuk ikut mencerdaskan anak-anak bangsa.

“Selamat hari Ibu para perempuan – perempuan tangguh Indonesia”, tutupnya.

Reporter : Ek | Photo : Ist | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?

BERITA

Kunjungan Pasien Capai 150 Orang per Hari, Puskesmas Kuta Makmur Kekurangan Tempat Tidur Rawat Inap

BERANDA

Mendagri Berhentikan Bupati Gowa Sitti Husniah, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Sebagai Plt Bupati

ACEH

RSUD Zubir Mahmud Pastikan Belum Ada Pasien Sesak Napas Akibat Kabut Asap di Aceh Timur

BERITA

Mukhlis Puna Bekali 27 Santri Misbahul Ulum dengan Keterampilan Jurnalistik

ACEH

Perayaan Maulid di Gampong Sagoe Muara Tiga Ricuh, Bendera Aceh Diturunkan Aparat di Area Masjid

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur

ACEH

Banjir Luas Landa 9 Kecamatan di Aceh Tamiang, Tanggul Jebol dan Ribuan Warga Mengungsi