ilustrasi kekerasan fisik(freepik.com)
MEDIALITERASI.ID | BENER MERIAH — Praktik kekerasan berkedok senioritas kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang siswa kelas 2 SMAN di Kabupaten Bener Meriah menjadi korban pengeroyokan sekelompok siswa kelas 3 hingga mengalami luka kritis, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa terjadi di sebidang lahan kosong di bagian belakang lingkungan sekolah. Hingga kini korban masih menjalani perawatan intensif di RS Datu Beru.
Diajak ke Tempat Sepi Lalu Dikeroyok
Berdasarkan informasi dan rekaman video yang dihimpun, korban awalnya diajak oleh para pelaku yang mengaku seniornya ke lokasi terpencil di belakang sekolah.
Di tempat itu sudah berkumpul sejumlah siswa. Korban kemudian diduga dikeroyok secara bersamaan. Teman-teman korban yang berada di lokasi tidak berani menolong karena kalah jumlah dan takut menjadi sasaran.
Kekerasan diduga terus berlanjut meski korban sudah tidak berdaya. Dalam video, korban tampak kehilangan kesadaran setelah kepalanya terbentur batu, namun para pelaku masih melayangkan pukulan dan tendangan ke tubuh korban.
Kondisi Kritis, Keluarga dan Warga Tuntut Proses Hukum
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius dan harus segera dilarikan ke RS Datu Beru untuk mendapat penanganan medis intensif.
Pihak keluarga dan masyarakat sekitar mengaku geram. Mereka mendesak pihak sekolah dan kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan memproses hukum para pelaku tanpa pandang bulu.
“Kami minta kasus ini jangan ditutup-tutupi. Pelakunya harus dihukum seberat-beratnya biar ada efek jera,” ujar salah satu warga.
Sekolah Diharap Bersih dari Budaya Kekerasan:
Warga menilai sekolah seharusnya menjadi tempat menuntut ilmu dan membentuk karakter, bukan ladang kekerasan. Mereka meminta ada tindakan tegas agar budaya senioritas yang berujung penganiayaan tidak terulang dan merusak masa depan generasi muda.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan Polres Bener Meriah belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut. (*)
Catatan Redaksi: Media ini membuka ruang hak jawab, klarifikasi, dan koreksi bagi semua pihak terkait.







