Foto yang viral beberapa jam lalu memicu kabar duka. Keluarga dan kerabat membantah dan meminta publik tidak menyebarkan informasi tidak benar
Medialiterasi.id | Banda Aceh — Sebuah kabar yang menyebut seorang tokoh telah meninggal dunia beredar luas di media sosial sejak beberapa jam lalu. Kabar tersebut dibantah.
Dalam klarifikasi yang disampaikan Sabtu (15/8/2026), disebutkan bahwa informasi kematian itu tidak benar.
“Berita yang mengatakan beliau telah meninggal dunia itu adalah berita tidak benar atau hoaks,” tulis pernyataan resmi yang beredar.
Memang benar yang bersangkutan mengalami peristiwa penganiayaan. Korban dipukuli hingga mengalami luka parah dan banyak mengeluarkan darah. Kondisinya sempat memprihatinkan.
Namun hingga kini korban masih hidup dan masih dalam penanganan medis. “Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, beliau masih hidup. Allah masih berkenan memberi umur panjang dan menjaga nyawanya, beliau belum berpulang ke rahmatullah,” lanjut pernyataan tersebut.
Saat ini keluarga berharap korban segera mendapatkan pengobatan terbaik agar luka lekas pulih. Mereka juga meminta doa dari masyarakat untuk kesembuhan, kekuatan, dan kesehatan korban seperti semula.
Pihak keluarga sekaligus mengimbau agar masyarakat tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
“Mari kita semua terus mendoakan kesembuhannya, dan jangan lagi menyebarkan kabar yang belum tentu benar. Karena menyebarkan berita bohong pun ada dosanya,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait proses hukum atas peristiwa penganiayaan tersebut.
Imbauan
Publik diingatkan untuk mengecek kebenaran informasi sebelum membagikannya. Penyebaran hoaks dapat menimbulkan keresahan dan berpotensi melanggar hukum.(*)







