MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Muhammad Al Fathan, instruktur pada UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Aceh Utara, dinyatakan lolos seleksi penerimaan tahap pertama Sekolah Bahasa Jepang Higashikawa, Jepang, untuk program tingkat pemula yang dijadwalkan dimulai pada April 2027.
Al Fathan membenarkan dirinya lolos seleksi tahap pertama tersebut. Ia mengatakan proses seleksi dijalaninya dengan pendampingan LPK Jaroe Oshin Gakuin Lhokseumawe, sebelum mengikuti tahapan wawancara hingga akhirnya dinyatakan lolos.
“Saya mengikuti proses seleksi dengan dibantu LPK Jaroe Oshin Gakuin Lhokseumawe. Setelah mengikuti wawancara, saya dinyatakan lolos,” kata Al Fathan.
Menurut Al Fathan, ketertarikannya mengikuti pendidikan bahasa Jepang tersebut karena program yang ditawarkan memiliki beasiswa serta membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saya tertarik karena program ini memiliki beasiswa dan memberikan kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk berkarier dan melanjutkan kuliah hingga jenjang doktoral (S3) dengan beasiswa,” ujarnya.
Ia mengatakan kesempatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan pengalaman dan motivasi bagi generasi muda Aceh untuk membangun karier di Jepang.
Sebagai instruktur UPTD BLKI Aceh Utara, Al Fathan berharap pengalaman yang diperolehnya dapat mendorong lebih banyak generasi muda Aceh memanfaatkan peluang kerja dan pendidikan di luar negeri, khususnya Jepang.
“Harapannya dapat memotivasi generasi Aceh untuk berkarier ke Jepang dan ikut mengurangi angka pengangguran di Aceh,” katanya.
Setelah dinyatakan lolos seleksi tahap pertama, Al Fathan kini mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pengajuan **Certificate of Eligibility (COE)**.
“Untuk tahap selanjutnya, saya mempersiapkan dokumen untuk memenuhi persyaratan mendapatkan COE,” ujarnya.
Al Fathan juga telah menyiapkan rencana setelah menyelesaikan pendidikan di Jepang. Ia mempertimbangkan untuk tetap berkarier di Jepang atau melanjutkan pendidikan sambil bekerja.
“Setelah menyelesaikan pendidikan, saya berencana tetap berkarier di Jepang atau melanjutkan pendidikan sambil bekerja,” katanya.
Ia berharap pengalaman dan kompetensi yang diperoleh nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pengembangan sumber daya manusia di daerah.
“Harapannya, saya bisa menjadi narasumber khusus sebagai fasilitator *Go to Japan*,” ujar Al Fathan.
Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan hasil seleksi yang diterbitkan Sekolah Bahasa Jepang Higashikawa pada 7 Agustus 2026, Al Fathan tercatat sebagai kandidat penerimaan setelah dinyatakan lolos seleksi tahap pertama untuk program tingkat pemula.
Tahapan tersebut belum berarti Al Fathan telah memperoleh visa atau izin masuk Jepang. Ia masih harus menyelesaikan proses administrasi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk pengajuan COE. (EQ)







