Home / BERITA / EDUKASI

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:34 WIB

Dosen FKIP Unimal Raih Gelar Doktor di Malaysia, Teliti Masa Depan Bahasa Aceh di Tengah Masyarakat Multietnik

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh (Unimal), Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., resmi meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari University Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia, setelah dinyatakan lulus dalam Viva Voce Examination pada Senin (27/7/2026).

Gelar doktor tersebut diraih melalui disertasi berjudul “Sikap dan Identiti Bahasa Aceh pada Tiga Generasi dalam Lingkungan Multi Etnik di Aceh, Indonesia.” Penelitian itu mengkaji dinamika penggunaan, sikap, dan identitas bahasa Aceh pada tiga kelompok generasi, yakni generasi tua, dewasa, dan muda, yang hidup dalam masyarakat multietnik di Aceh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Aceh masih memiliki posisi penting sebagai identitas budaya masyarakat. Namun, penelitian tersebut juga menemukan adanya kecenderungan perubahan sikap berbahasa pada generasi muda yang dinilai memerlukan perhatian serius dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

Melalui pendekatan sosiolinguistik, penelitian tersebut diharapkan menjadi referensi ilmiah dalam penyusunan kebijakan pelestarian dan revitalisasi bahasa Aceh, sekaligus memperkuat upaya menjaga warisan budaya di tengah arus globalisasi, mobilitas penduduk, serta meningkatnya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi tonggak penting bagi FKIP Universitas Malikussaleh. Juni Ahyar tercatat sebagai dosen FKIP Unimal pertama yang menyelesaikan pendidikan doktor di University Malaysia Terengganu melalui program kerja sama akademik antara Universitas Malikussaleh dan UMT yang telah berlangsung sejak 2018.

Baca Juga  Ketika Bahasa Aceh Bicara Identitas: Dinas Perpustakaan Aceh Utara Bedah Buku Karya Juni Ahyar

Dekan FKIP Universitas Malikussaleh, Dr. Muhammad Yusuf, S.T., M.T., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Juni Ahyar merupakan bukti bahwa kerja sama akademik internasional mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat reputasi akademik Universitas Malikussaleh.

“Juni Ahyar merupakan dosen FKIP Universitas Malikussaleh pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktor di University Malaysia Terengganu. Capaian ini merupakan buah dari kerja sama akademik yang telah terjalin sejak tahun 2018 antara Universitas Malikussaleh dan UMT. Semoga prestasi ini dapat memotivasi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi akademik di tingkat internasional,” ujar Muhammad Yusuf.

Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari The Faculty of Business, Economics and Social Development (FBESD), University Malaysia Terengganu, yang menyampaikan ucapan selamat atas kelulusan Juni Ahyar dalam ujian terbuka doktor.

Dalam sidang tersebut, Juni Ahyar dibimbing oleh Associate Prof. Dr. Mohd. Yusri Ibrahim dari University Malaysia Terengganu sebagai penyelia utama dan Associate Professor Dr. Jumadil Saputra dari Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) sebagai penyelia bersama. Sidang dipimpin oleh Associate Prof. Dr. Zikri Muhammad dengan tim penguji yang terdiri atas Internal Examiner Associate. Prof. Dr. Che Hasnizah Che Noh, dan External Examiner Associate Prof. Dr. Salinah Jaafar dan Associate Prof. Dr. Mursyidin, S.Ag., M.A. dari Indonesia.

Baca Juga  Polisi Kerahkan 1.722 Personel Melayani Aksi Solidaritas Palestina di Monas

Berdasarkan hasil penilaian dewan penguji, Juni Ahyar dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.).

Usai sidang, Juni Ahyar mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga umenjadi amanah untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perjalanan ini penuh tantangan, tetapi saya meyakini bahwa setiap proses akan membuahkan hasil ketika dijalani dengan kesungguhan, doa, dan dukungan banyak pihak. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi Universitas Malikussaleh, masyarakat Aceh, serta dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan dan pelestarian bahasa serta budaya Aceh,” katanya.

Keberhasilan tersebut mempertegas komitmen Universitas Malikussaleh dalam memperluas jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kualitas dosen, serta mendorong lahirnya penelitian yang mampu memberikan kontribusi bagi penyelesaian berbagai persoalan masyarakat, termasuk pelestarian bahasa dan budaya daerah. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Metro Jaya Siagakan 17.800 Personel Amankan Laga Persija–Persib di GBK

BERITA

Jaga Iklim Usaha, Kapolri Perintahkan Jajaran Tindak Pungli dan Premanisme

BERITA

Menag Apresiasi Panggung Gembira Santri Misbahul Ulum di Lhokseumawe

BERITA

Gugatan PTUN Masih Berproses, Petani Laoli Layangkan Delapan Desakan ke Bupati Luwu Timur
MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH — Sebanyak 1.001 cup sanger dibagikan gratis kepada pengunjung selama festival budaya Sanger Day Fest 2026 yang berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, pada 11–14 September 2026. Festival ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

BERITA

1.001 Sanger Gratis Dibagikan Selama Sanger Day Fest 2026

BERANDA

Polisi Bongkar 3 “Sarang” Peredaran Narkoba di Kota Batam, Jaringan Libatkan Kasir hingga Ladies Companion

BERITA

Batam Jadi Jalur Panas Peredaran Narkoba: Dari Lokasi Strategis Hingga Jaringan THM yang Beroperasi Sejak 2018

BERANDA

Nasabah Protes Keras: Restrukturisasi Polis Jiwasraya oleh IFG Dinilai “Merampas Masa Depan”, Dana Beasiswa Pendidikan Lenyap