Home / ACEH / BERANDA / BERITA / SOSIAL

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:29 WIB

Sinergi Medco EP, BPMA dan IM-TRAX Hijaukan Kembali 4 Desa di Pante Bidari

Dukung Rehabilitasi Pascabanjir, Medco E&P Tanam 1.000 Pohon di Aceh Timur

MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Sebagai wujud kepedulian sosial dan lingkungan, PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan komunitas Indra Makmu Trax (IM-TRAX) menanam 1.000 pohon di kawasan terdampak banjir di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada 29 Juni dan 1 Juli 2026 ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan pascabanjir akhir tahun lalu, sekaligus rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Penanaman dilakukan di empat desa, yaitu Desa Sah Raja, Sijudo, Blang Seunong, dan Suka Damai. Aksi penghijauan ini bertujuan memulihkan lingkungan, meningkatkan tutupan vegetasi, dan mendukung keberlanjutan di kawasan terdampak.

Kolaborasi Perusahaan, Pemerintah, dan Masyarakat

Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat, aparatur desa, pemuda, relawan, serta anggota komunitas IM-TRAX.

Selain menanam pohon, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi para pemangku kepentingan untuk membangun kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

Baca Juga  Hadiri Acara Pembinaan Masyarakat Tanggap Bencana, Dandim 0103 : Menjaga Alam Tugas Kita bersama

Sebagian bibit pohon yang ditanam merupakan hasil donasi sukarela pekerja Medco E&P. Hal ini mencerminkan kepedulian pekerja perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dengan BPMA, IM-TRAX, pemerintah desa, dan masyarakat, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi rehabilitasi kawasan terdampak banjir sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Apresiasi dari Komunitas dan Pemerintah Desa

Ketua IM-TRAX, Irvandi, mengapresiasi sinergi yang terjalin dalam program tersebut.

“Kami mengapresiasi komitmen Medco E&P dan BPMA yang mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan aksi nyata bagi lingkungan. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dapat saling mendukung dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi daerah,” ungkapnya.

Baca Juga  KORWIL-PAN Kota Studi Manokwari Provinsi Papua Barat Gelar Seminar Sehari Dibekali 3 Materi.

Keuchik Desa Sah Raja, Sulaiman, juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Medco E&P, BPMA, IM-TRAX, serta seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuan bibit pohon kepada masyarakat. Bantuan ini sangat berarti bagi desa kami sebagai bagian dari upaya penghijauan setelah banjir yang melanda wilayah ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam hari ini tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta generasi mendatang,” tuturnya.

Program penanaman pohon ini merupakan bagian dari komitmen Medco E&P dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi dengan BPMA, pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat, diharapkan program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi kualitas lingkungan dan memperkuat kepedulian terhadap kelestarian alam.(AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Awal September Masih Kemarau, Aceh Masuk Zona Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang

BERITA

PSSI Aceh Cari Ketua Baru, Pendaftaran Bakal Calon Dibuka Hari Ini

BERITA

Tiga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tetap

ACEH

Potensi EBT Aceh Mulai Digarap, PLN Bangun 13 PLTS

ACEH

Abrasi Pantai Peukan Bada Buka Jejak Pemakaman Lama Pascatsunami, Tulang Belulang Muncul Saat Air Surut

BERITA

TNI Bantah Isu DOM Aceh, Nama Kompas.com Dicatut untuk Sebar Hoaks

BERITA

P2G Mendesak Pemerintah dan Panselnas Mengangkat Sekitar 200 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Menjadi PPPK Penuh

BERITA

Pendakian Ditutup di 9 Taman Nasional, Pemerintah Soroti Ancaman Karhutla