Home / BERITA / HUKUM

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:08 WIB

Rekayasa Laporan Begal, Akuntan SPPG di Dewantara Diduga Gelapkan Gaji Relawan

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe mengungkap kasus dugaan rekayasa laporan pencurian dengan kekerasan (begal) yang dilakukan seorang akuntan SPPG Palo Igoe 2. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penggelapan uang gaji relawan di Desa Pulo Rungkom, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. menyampaikan pengungkapan kasus ini dalam konferensi pers di Gedung Serbaguna Polres Lhokseumawe, Kamis (5/2/2026). Ia didampingi Kasat Reskrim Dr. Bustani, S.H., M.H., M.S.M. dan Kasi Humas Salman Alfarasi, S.H., M.M.

Kapolres menjelaskan, tersangka perempuan berinisial PA (25), yang berstatus sebagai akuntan SPPG Palo Igoe 2, sebelumnya melaporkan dirinya menjadi korban begal dengan kerugian uang gaji relawan sebesar Rp59.950.000.

Baca Juga  Usai Sholat Jum’at, Wakapolres Aceh Timur Tampung Aspirasi Warga Peudawa

Laporan tersebut dibuat pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 14.30 WIB, dengan lokasi kejadian di Desa Pulo Rungkom. Namun, hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi menunjukkan peristiwa begal tersebut tidak pernah terjadi. Penyidik menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan laporan palsu.

Dalam pengembangan kasus, polisi mengamankan seorang laki-laki berinisial TU. Ia mengaku diminta tersangka untuk membantu merekayasa peristiwa seolah-olah terjadi begal. Rekayasa tersebut diduga dilakukan karena tersangka merasa kecewa akibat gaji relawan belum dibayarkan, sehingga berniat menguasai dan menggelapkan dana yang berada dalam penguasaannya sebagai akuntan. TU mengaku menerima imbalan sebesar Rp2.000.000.

Penyidik juga menemukan barang bukti berupa kunci kontak remote sepeda motor Honda Stylo dan kunci laci meja yang sebelumnya dilaporkan hilang. Setelah dikonfrontasi dengan barang bukti tersebut, tersangka mengakui laporan begal yang dibuatnya tidak benar.

Baca Juga  Polsek Batuceper Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, Ratusan Butir Diamankan

Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon seluler iPhone 13, satu unit sepeda motor Honda Stylo warna putih, uang tunai Rp12.750.000, serta dokumen laporan informasi terkait dugaan pencurian dengan kekerasan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 488 jo Pasal 489 jo Pasal 361 KUHP tentang laporan palsu dan penggelapan dalam jabatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak kategori V. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Dituding Dalangi Serangan ke Bupati, Dun Belanda Akui Fitnah dan Minta Maaf ke Wabup Aceh Timur

BERITA

Integrasikan AI dan OBE, Dosen MPI UIA Bireuen Raih Predikat ‘Most Inspiring Lecturer’

ACEH

118 Anak Ikuti Khitan Massal Baitul Mal Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky: Ke Depan Digelar 3 Titik Wilayah

ACEH

Percepat Huntap Korban Banjir, Bupati Al-Farlaky Targetkan Pembebasan Lahan 6 Hektare di Serba Jadi Segera Tuntas

BERITA

Dosen FKIP Unimal Raih Gelar Doktor di Malaysia, Teliti Masa Depan Bahasa Aceh di Tengah Masyarakat Multietnik

BERITA

Spanduk “Londo Ireng Ndasmu” Warnai Aksi Solidaritas Pers di Bundaran UGM

BERANDA

Tolak Hoaks, Aliansi Pemuda Aceh di Jakarta Siapkan Laporan ke Mabes Polri Terkait Video yang Seret Nama Wabup Aceh Timur

ACEH

Video Klarifikasi Dun Belanda Tuai Tanda Tanya, Penggiat Media Soroti Dugaan Tekanan