MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana menegaskan bahwa data pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh telah sinkron antara pemerintah pusat dan daerah. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan pemberitaan sejumlah media yang menyebutkan adanya ketidaksinkronan data antara Kepala Posko Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Aceh, Safrizal ZA, dan Satgas Nasional.
Juru Bicara Satgas Nasional, Amran, menyatakan bahwa seluruh data yang disampaikan bersumber resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan telah disampaikan secara konsisten dalam konferensi pers. Menurutnya, perbedaan narasi yang beredar di media terjadi akibat penulisan yang tidak utuh dari pernyataan yang disampaikan.
“Data yang kami sampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan dan tidak pernah ada pernyataan bahwa pembangunan huntara di Aceh telah rampung 100 persen. Kami telah berkoordinasi dengan media untuk melakukan klarifikasi dan perbaikan, dan sejumlah media, termasuk media nasional, telah melakukan koreksi,” ujar Amran.
Ia menambahkan, dalam setiap penyampaian informasi di lapangan, Satgas selalu didampingi unsur TNI dan Polri. Bersama Brigjen Dodi dari TNI dan Kombes Wahyu dari Polri, Satgas menegaskan tidak pernah mengklaim bahwa pembangunan huntara di Aceh telah selesai seluruhnya.
Berdasarkan rekapitulasi resmi Satgas, total pembangunan huntara di Aceh mencapai 16.294 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.248 unit atau sekitar 19,9 persen telah selesai dibangun, sementara 13.046 unit atau sekitar 80,1 persen masih dalam proses pembangunan. Data ini menunjukkan adanya progres signifikan, namun belum seluruhnya rampung sebagaimana disalahartikan dalam pemberitaan sebelumnya.
Sementara itu, untuk skema Dana Tunggu Hunian (DTH), jumlah penerima tercatat sebanyak 8.047 kepala keluarga (KK). Sekitar 4.000 KK telah menerima penyaluran, sedangkan 4.000 KK lainnya masih dalam proses, yang didominasi tahapan pembukaan rekening dan verifikasi administrasi.
Adapun daerah dengan progres penyelesaian huntara tertinggi meliputi Aceh Tamiang dengan sekitar 1.000 unit selesai dan 1.600 unit masih dalam pembangunan, Aceh Utara 829 unit selesai dan sekitar 3.400 unit dalam proses, Pidie Jaya 222 unit selesai, Aceh Tengah 275 unit selesai, serta Bener Meriah sekitar 200 unit selesai.
Satgas menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan data secara transparan dan akurat kepada publik guna mencegah kesalahpahaman serta menjaga kepercayaan masyarakat. (*)







