Home / EDUKASI

Selasa, 17 Oktober 2023 - 15:08 WIB

Bagaimanakah Proses Pembelajaran “Project Based Learning” (PBL)

Oleh Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd Akademisi, Praktisi dan Peneliti Pendidikan Lhokseumawe

EDUKASI – Banyak model-model pembelajaran yang harus diterapkan oleh guru salah satunya adalah model PBL, Proses pembelajaran dengan Metode Project Based Learning (PBL) sangat menyenangkan hal yang perlu dipersiapkan oleh pelatih dengan metode Project Based Learning antara lain: menentukan materi pembelajaran dengan pemilihan masalah yang nyata, menyusun daftar keinginan peserta didik agar proses pembelajaran menyenangkan, merancang penyajian masalah untuk dapat memandu peserta didik, merancang penyajian masalah untuk dapat memandu peserta didik, menenukan alokasi waktu dan jadwal pembelajaran, mengorganisasikan kelompok–kelompok belajar, merancang sumber belajar, merancang lingkungan belajar, dan merancang format penilaian proses dan hasil belajar.

Peran pendidik dalam pembelajaran metode Project Based Learning adalah sebagai pengendali proses pembelajaran. Pendidik bertindak sebagai penjaga waktu,menengahi konflik antar peserta didik, mendorong terjadinya kerjasama dan dinamika kelompok.Pengamat perilaku kelompok dalam proses pembelajaran.Pendidik mendorong terjadinya interaksi kelompok dan keberanian menyampaikanpendapat, mendorong peserta didik mengembangkan dan menghayati kemampuannya dan menyadari kelemahannya. Adapun langkah‐langkah pembelajaran dengan metode Project Based Learning adalah sebagai berikut:

  1. Peserta didik dibagi dalam kelompok‐kelompok kecil dan masing masing kelompok melaksanakan proyek nyata (connecting theproblem).
  2. Masing‐masing kelompok diberikan penjelasan tentang tugas dan tanggung jawab (setting the structure) yang harus dilakukan oleh kelompoknya dalam praktik.
  3. Peserta didik di masing‐masing kelompok berusaha maksimaluntuk mengidentifikasikan masalah bisnis (visiting the problem) yang dihadapi sesuai pengetahuan yang dimiliki; (a). mengidentifikasi masalah dengan seksama untuk menemukan inti problem bisnis yang sedang dihadapi dan(b) mengidentifikasi cara untuk memecahkan masalah.
  4. Peserta didik di masing‐masing kelompok mencari informasi dari berbagai sumber (buku, pedoman dan sumber lain) atau bertanya pada pakar yang mendampingi untuk mendapatkan pemahaman tentang masalah (re‐visiting the problem).
  5. Berbekal informasi yang diperoleh peserta didik saling bekerjasama dan berdiskusi dalam memahami masalah dan mencari solusi (produce the product) terhadap masalah dihadapi dan langsung diaplikasikan. Pelatih bertindak sebagai pendamping.
  6. Masing‐masing kelompok mensosialisasikan pengalaman dalam memecahkan masalah kepada kelompok lainnya untuk mendapatkan masukan dan penilaian (evaluation) dari kelompok lainnya. Langkah‐langkah pembelajaran dengan metode Project Based learning menurut pendapat Delise (1997:27‐35) bahwa terdapat 6 langkah Project Based Learning sebagai berikut:
  7. Connecting with the problem.Yaitu pelatih memilih, merancang dan menyampaikan masalah yang dihubungkan dengan kehidupan seharihari peserta didik, terkait dengan masalah.
  8. Setting up the structure. Setelah peserta didik telah terlibat dengan masalah, pendidik menciptakan struktur untuk bekerja melalui masalah yang dihadapi. Struktur ini akan memberikan rancangan tugas‐tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik. Struktur menjadi kunci dari keseluruhan proses bagaimana peserta didik latihan berfikir melalui situasi nyata dan mencapai solusi yang tepat.
  9. Visiting the problem. Pendidik fokus pada ide‐ide yang dimiliki peserta didik pelatihan bagaimana menyelesaikan masalah. Fokus tersebut diarahkan untuk menghasilkan fakta dan daftar item yang membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.
  10. Revisiting the problem. Setelah peserta didik dalam kelompok kecil telah menyelesaikan tugas mandiri, mereka harus segera bergabung kembali dalam kelas untuk menemukan kembali masalah‐masalah tersebut. Pendidik pertama‐tama meminta kelompok kecil untuk melaporkan hasil pengamatan mereka. Pada saat itu pendidik menilai sumber yang mereka pakai sebagai referensi, waktu yang digunakan, dan efektivitas rencana tindakan yang akan dilakukan.
  11. Producing a product/performance. Membuat hasil pemecahan masalahyang disampaikan kepada pendidik untuk dievaluasi tentang mutu isi dan penguasaan skill mereka.
  12. Evaluating performance and theproblem. Pendidik memintapesertadidik untuk mengevaluasi hasil kerja (performance) dari kajian masalah danalternatif solusi yang diajukan.
Baca Juga  FKM Unhas Gelar Pelatihan PBL, Asri Tadda Tekankan Pentingnya Literasi Akademik

Metode Project Based Learning digunakan untuk melibatkan peserta didik pada obyek riil secara optimal dalam proses pembelajaran. Keterlibatan fisik, pikiran dan mental pesertaini akan mampu mendorong motivasi belajar, keterampilan mengambil keputusan,dan melatih berpikir kritis dan kerja inovatif dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi.

Keuntungan dan Kekurangan Project Based Learning Project based learning adalah suatu pendekatan komprehensif yang memberikan petunjuk bagi peserta didik, bekerja secara individu atau kelompok, dan berhubungan dengan topik di dunia nyata. Penerapan project based learning yang baik dapat memberikan kemampuan yang bermanfaat bagi peserta didik. Keberhasilan project based learning terjadi ketika peserta didik mendapatkan motivasiyang tinggi, merasa aktif dalam pembelajarannya, dan menghasilkan hasil kerja berkualitas tinggi. Berikut beberapa keuntungan dengan pendekatan project based learning (Purnawan, 2007):

  1. Memotivasi peserta didik dengan melibatkannya di dalam pembelajarannya, membiarkan sesuai minatnya, menjawab pertanyaan dan untuk membuat keputusan dalam proses belajar.
  2. Menyediakan kesempatan pembelajaran berbagai disiplin ilmu.
  3. Membantu keterkaitan hidup di luar sekolah, memperhatikan dunia nyata, dan mengembangkan ketrampilan nyata.
  4. Menyediakan peluang unik karena pendidik membangun hubungan dengan peserta didik, sebagai pelatih, fasilitator, dan co-learner.
  5. Menyediakan kesempatan untuk membangun hubungan dengan komunitas yang besar.
  6. Membuat peserta didik lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
  7. Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi.
  8. Memberikan pengalaman pada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasikan proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
  9. Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata.
  10. Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.
Baca Juga  Intens Lakukan Evaluasi Program UHC ; Upaya PKM Legung Hindari Kesalahan Layanan Bawahannya

Project based learning memang memiliki banyak kelebihan, namun di sisi lain pembelajaran yang berbasis proyek seperti ini juga memiliki kelemahan. Kelemahan dalam project based learning antara lain: memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah, membutuhkan biaya yang cukup banyak, banyak pendidik yang merasa nyaman dengan kelas tradisional, di mana pendidik memegang peran utama di dalam kelas, banyaknya peralatan yang harus disediakan, peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan, ada kemungkinan peserta didik ada yang kurang aktif dalam kerja kelompok, ketika topik yang diberikan pada masing-masing kelompok berbeda, dan dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara keseluruhan.

Reporter : JA | Photo : Ist Editor : Juni Ahyar

Share :

Baca Juga

EDUKASI

Hari Pendidikan Nasional 2026: Ketika Pendidikan Mengejar Simbol, Bukan Substansi

EDUKASI

Hardiknas 2026: Keteladanan sebagai Sumber Wibawa Guru

EDUKASI

Patologi Pendidikan Kita : Inflasi Gelar, Defisit Adab, dan Kematian Marwah Intelektual

EDUKASI

Sudah Belajar Lama Tapi Mudah Lupa? Ini Cara Menghafal yang Benar

EDUKASI

Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi

ACEH

Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah Ke XXX, Kapolres Aceh Timur Tekankan Sinergi dan Inovasi Daerah

ACEH

Patroli Malam, Satsamapta Polres Aceh Timur Antisipasi Gangguan Kamtibmas

ACEH

Kedekatan Bhabinkamtibmas Polsek Darul Ihsan dengan Warga, Kunci Harmoni Polri dan Masyarakat