![]()
Oleh :
T.M. Jamil, Dr, Drs, M.Si
Akademisi/Peneliti, USK, Banda Aceh.
Apakah kamu adalah sebagian dari mahasiswa yang galau dalam menyusun proposal tesis/skripsi dan Disertasi? Beberapa proposal mungkin sudah ditulis, namun kenapa kok dosen pembimbing selalu menolak proposal tesis/skripsi dan disertasi yang telah kamu tulis? Alasannya kurang ini lah, kurang itu lah, membuat mahasiswa kecewa, frustasi dan bahkan tidak sedikit yang sakit hati.
Memang kadang kamu sebagai mahasiswa membuat tulisan menggunakan perspektif kamu sendiri, tentunya dengan penuh keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Dosen memeriksa tulisan kamu dengan penuh pengalaman dan pengetahuan. Ya, mereka tentunya dapat dengan mudah menemukan kesalahan dalam sebuah proposal tesis/skripsi dan disertasi yang telah kamu tulis.
Saya sebagai pengajar juga di salah satu perguruan tinggi di Aceh, sering juga lho frustasi membaca tulisan mahasiswa yang terkesan masih, maaf, ‘amburadul’. Namun tentunya perlu ada penyelesaian. Jika tidak, maka mahasiswa tidak akan tuntas dalam menyelesaikan studinya. padahal proposal tesis/skripsi dan disertasi hanya merupakan bagian permulaan dari penulisan karya ilmiah. Skripsi/tesis atau disertasi sendiri adalah prasyarat mutlak bagi mahasiswa untuk lulus dari perguruan tinggi atau jenjang tertentu. Nah lho!
Baja Juga : MENULIS PROPOSAL “KARYA ILIMIAH” DENGAN CEPAT (BAGIAN KEDUA)
Ini adalah pengalaman beberapa mahasiswa saya yang menyelesaikan skripsi/tesis dan disertasi dengan lebih cepat dibandingkan dengan mahasiswa lainnya. Tentu kamu sebagai mahasiswa dapat meniru bagaimana RAHASIA mereka menulis proposal tesis/skripsi dan tesis dengan cepat. Saya pernah menanyakan kepada mereka, ternyata ada sebagian dari mereka yang menyelesaikannya dalam waktu satu malam. Ketika dibawa ke dosen pembimbing, salah satunya saya, tulisannya pun sangat bagus dan memenuhi syarat untuk tahap awal. Layak untuk dijadikan bahan penelitian skripsi, tesis dan disertasi. Ketika Saya Cermati, ini rahasia mereka (jangan bilang siapa-siapa ya?).
Pertama :‘Nyontek’ skripsi/tesis dan disertasi yang sudah ada. Nah lho, kok nyontek? Eh, jangan berpikiran negatif dulu. Nyontek di sini artinya mereka datang ke perpustakaan. Mereka lihat skripsi atau penelitian yang sudah ada. mereka mengamati judul, topik skripsi, tesis dan disertasi dan ide dari penelitian yang sudah ada.
Jangan salah lho, dari membaca-membaca seperti ini, kalian akan mendapatkan inspirasi menganai topik apa saja yang kalian dapat tulis. dengan ‘nyontek’ skripsi/tesis atau disertasi yang sudah ada juga, kalian mungkin dapat mengembangkan topik yang ada menjadi lebih luas dan lebih mendalam serta lebih menarik.
Ada beberapa mahasiswa yang lainnya, yang lulusnya lebih lama, saya menemukan fenomena yang aneh. Mereka cenderung idealis tak jelas. Mereka tidak mau ‘nyontek’ dari penelitian yang sudah ada. Suatu ketika mereka datang ke saya dengan ‘ide orisinal’ proposal skripsi/tesis dan disertasi mereka.
Baca Juga : MENULIS PROPOSAL “KARYA ILMIAH” DENGAN CEPAT (BAGIAN TERAKHIR)
Lalu, saya meminta mereka untuk mengecek apakah sudah ada judul serupa di perpustakaan atau di internet. Hasilnya adalah ternyata banyak sekali penelitian lain yang membahas topik yang sama persis.
Makanya, mungkin di antara kamu ada yang merasa bahwa topik proposal skripsi/tesis atau disertasi yang akan ditulis adalah ide orisinal kamu, eh tau-tau, itu sudah banyak di perpustakaan. Kadang apa yang kamu pikirkan adalah sama dengan yang orang lain pikirkan. So, saran saya, mari men’contek’ penelitian-penelitian lain sebelum menulis proposal karya ilmiah kamu.
Sebetulnya masih banyak RAHASIA-RAHASIA lain yang saya temukan, namun karena jari-jari ini sudah pegal banget mengetik, maka saya akan menulisnya di artikel selanjutnya. Silakan Tunggu Bagian Kedua Ya…. !!!







