Home / OPINI

Senin, 13 Februari 2023 - 05:20 WIB

Muadi Buloh : Keanggotaan Parpol Adalah Stelsel Aktif Bukan Pasif

Oleh : Muadi Buloh, Pemerhati Politik

Menanggapi terkait kasus yang sedang viral di PPK Matangkuli & Panwascam Matangkuli yang di duga namanya tercatut atau terdaftar dalam Sipol.

Menurut Hemat Saya, Sebagai warga negara yang memiliki hak yang sama untuk menjadi penyelenggara pemilu maka mereka yang diduga “dicatut” namanya oleh parpol tidak bisa langsung digugurkan haknya karena kesalahan yang berasal dari pihak lain (error in persona).

Kenapa Demikian ?
Karena Semestinya dan Pada Dasarnya Setiap Orang (Warga Negara Indonesia) adalah Bukan Sebagai Anggota atau Pengurus dari Partai Politik Manapun, Sehingga Orang Tersebut Datang Untuk Mendaftarkan Dirinya Secara Sadar Sukarela dan|atau direkrut dengan persetujuan dirinya sebagai Anggota/Pengurus Dari Suatu Partai Politik.

Baca Juga  17 Parpol Lolos Verifikasi Administrasi Pemilu 2024

Dan Bagi Partai Politik penggunaan setiap informasi melalui media elektronik https://sipol.kpu.go.id/ yang menyangkut data pribadi seseorang (KTP) harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan (Pasal 26 UU ITE UU 19/2016).

Keanggotaan partai itu Sejatinya adalah Stelsel Aktif (memutuskan untuk menjadi Bagian Dari Parpol Tersebut) dan Bukan atau Tidak Boleh Stelsel Pasif (tindakan secara hukum tidak dilakukan seseorang karena secara otomatis dirinya sudah dianggap) Bagian dari Partai Politik.

Baca Juga  Panwaslih Aceh Utara Dukung Penuh GRAM Laporkan KIP Ke DKPP

Maka, mereka yang telah membantah dirinya sebagai anggota partai maupun pengurus partai, bantahan itu harus dan wajib di dengar dan diterima.

Sementara pihak yang menuduh keterlibatan Seseorang Sebagai Anggota/Pengurus Parpol harus membuktikan tuduhannya secara sah dan meyakinkan sebagaimana Pasal 7 ayat 2 Pedoman Beracara Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia.

Hak Seseorang sebagai penyelenggara hilang jika sudah ada putusan pengadilan yang menilai bahwa tuduhan itu adalah benar. Dan Selama belum ada putusan itu, hak yang bersangkutan masih tetap ada sebagai penyelenggara pemilu.

Share :

Baca Juga

OPINI

Bendera Aceh dan Komitmen Perdamaian: Menghormati Kekhususan Aceh

OPINI

Ketika Program Bergizi Justru Ancam Keselamatan Anak – Catatan Kritis Teuku Muhammad Jamil

OPINI

Catatan Kritis Akademisi USK: Kembali ke UUD 1945 Jangan Hanya Ganti Peta, Tapi Tetap Salah Jalan

OPINI

Kebhinekaan dalam Pidato, Penyeragaman dalam Praktik: Catatan Kritis Teuku Muhammad Jamil untuk Sumpah Pemuda 2026

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

OPINI

OPINI: Aceh di Persimpangan Sejarah, Antara Kebangkitan Bangsa Tua dan Target Perusakan Generasi

ACEH

Guru Besar USK: Jabatan Publik Bukan Harta Warisan, Jangan Hanya Bagi Jabatan Sementara Rakyat Melarat

OPINI

Sinergi Pemuda dan Polri: Membangun Kepercayaan, Menegakkan Keadilan