Home / BERITA

Jumat, 21 Maret 2025 - 23:51 WIB

UPT Paya Guci: Semangat Heroik Menyongsong Masa Depan Baru di Tengah Keterisolasian

Tak tinggal diam, tim asesmen dari Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh yang diketuai oleh Devna Staf PIHM yang turut didampingi oleh Bobby, Jabfung.

Setiba dilokasi pada Kamis 20 Maret 2025. Penggerak Swadaya Masyarakat dan Erwinsyah staf PPID  disambut pemandangan yang menyentuh hati dimana serombongan warga berjalan kaki dengan tekad tak tergoyahkan sambil menggendong dan sebagian memikul karung hasil panen kopi.

Keadaan semakin memilukan ketika diketahui bahwa sepeda motor yang menjadi andalan mereka pun patah di tengah perjalanan. Meski begitu, semangat para petani tetap menyala disaat harga kopi yang saat ini mencapai Rp 60.000 per kilogram memberikan secercah harapan, meskipun nilai kopi baru optimal setelah diolah menjadi beras atau green bean. Kamis 20 Maret 2025.

Sebelum tim asesmen dari Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, diterima Teuku Faisal, S. Sos. Kepala Bidang Transmigrasi Kabupaten Pidie, akibat masih semrawut nya kondisi infrastruktur sehingga tim asesmen terpaksa untuk tidak menjelajahi seluruh pemukiman transmigrasi karena keterbatasan kemampuan armada.

Baca Juga  Satpolairud Polres Aceh Timur Amankan Boat Tak Bertuan

Dibalik keterbatasan, muncullah wacana heroik untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Para tokoh masyarakat dan pelaku usaha lokal mulai merancang sistem pemasaran kolektif berupa koperasi.

“Konsep ini lahir dari kebutuhan mendesak para petani yang sering kali kekurangan modal kerja pada saat panen raya, sehingga mereka berharap dapat menjual kopi dalam kondisi buah cherry atau buah segar dengan harga yang lebih menguntungkan”, jelas Devna.

Salah satu figur inspiratif yang mengemuka adalah Edi Azhari, pengusaha lokal sekaligus pelaku usaha kopi dengan merek H2E di Gampong Blang Dhod Tangse mengaku pihaknya belum bisa mendapatkan bahan baku secara teratur untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Kami masih mengalami kekurangan bahan baku karena tata laksana pemasaran yang tidak terorganisir dengan baik. Kami harus mendapatkan sistem pemasaran yang lebih baik, agar kopi terbaik kami bisa dihargai setimpal, dan para petani mendapatkan modal kerja yang cukup pada saat panen raya.” ucap Edi.

Dalam kesempatan yang sama, Geuchik Lah, sangat mengapresiasi pembentukan koperasi sebagai sistem pemasaran bersama yang merupakan solusi strategis untuk pemasaran hasil panen.

“Dengan koperasi, para petani dapat mengumpulkan hasil panen dan menjualnya secara kolektif dengan harga yang adil, serta memperoleh dukungan modal untuk memproses kopi menjadi produk bernilai tinggi”, ucap Geuchik Lah.

Geuchik Lah juga menambahkan, dengan pembentukan Koperasi diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah kekurangan bahan baku, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Warga Telkomas Desak Pemkot Makassar Sediakan Mobil Pengangkut Sampah yang Lebih Representatif

Di balik segala rintangan, semangat kebersamaan dan perjuangan para petani UPT Paya Guci diketinggian 600-1200 Mdpl tetap menyala. Diharapkan dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), pembangunan infrastruktur yang layak dan sistem pemasaran koperasi dapat mengangkat ekonomi lokal ke level yang lebih tinggi.

Transformasi ini akan membawa kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang modern, sekaligus destinasi wisata yang menawan.

Panggilan untuk bersinergi semakin menggema. Pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan harus bersama-sama mewujudkan impian UPT Paya Guci sebuah kawasan transmigrasi yang tidak hanya unggul dalam sektor perkebunan dan pertanian, tetapi juga menjadi lambang inovasi ekonomi kolektif dan semangat heroik yang tak pernah padam.

Dengan kondisi alam yang mendukung, potensi pengembangan penangkaran lebah madu pun Geuchik Lah sambut dengan semangat dan akan menjadi peluang dimasa depan, harap Bobby.

“Dengan segala keterbatasan dan tantangannya, namun tekad dan kebersamaan UPT Paya Guci mampu mengubah keadaan”, ucap Boby.

Menurut nya, semangat Geuchik Lah dan rekan-rekannya menjadi inspirasi bagi masa depan yang lebih cerah dan adil bagi seluruh komunitas. Saatnya bersatu, membangun, dan melangkah maju demi kejayaan bersama. [**]

Share :

Baca Juga

BERITA

Hasil Ekshumasi dan Autopsi: Kematian Sutrimo Disebabkan Penyakit Jantung

BERANDA

Literasi Putusan MK: Denny Indrayana Persoalkan Ijazah SMA Gibran, KPU Akui Tak Verifikasi Penyetaraan

ACEH

VIRAL! Pengacara Aceh Ingatkan Seluruh Lelaki: Kasih Nafkah ke Istri Wajib Minta Kwitansi atau Bukti Transfer

BERANDA

Manuver Balasan Netanyahu: Siapkan Aduan ke ICC untuk Jerat Erdogan soal Pelanggaran HAM Kurdi

ACEH

Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pengacara untuk Keluarga

ACEH

Kantor PT Bumi Flora di Aceh Timur Dibakar Massa, Kerugian Miliaran – Perusahaan Lapor Polisi

ACEH

Resmi! Persiraja Banda Aceh Tunjuk Muhammad Ridwan Sebagai Pelatih Kepala Baru

ACEH

Bangunan di Kompleks PT Bumi Flora Aceh Timur Terbakar, Polisi Turun ke Lokasi