“Aksi spontan kedua pimpinan organisasi pers dan anggota Satlantas tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar”
Aceh Timur, Medialiterasi.id – Di tengah proses pemulihan pasca-banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dua insan pers Aceh Timur, Hendrika Saputra (Ketua Jurnalis Wartawan Indonesia – JWI Aceh Timur) dan Junaidi Masrun (Ketua PWN Aceh) bersama Aipda Manto (Kanit turja/Patroli satlantas polres Aceh Timur) turun langsung membersihkan sisa-sisa banjir di kawasan depan Terminal Idi Rayeuk, ibu kota Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian insan pers dan Polri terhadap kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat, mengingat jalan utama di sekitar terminal sebelumnya dipenuhi lumpur, sampah, dan material banjir yang menghambat mobilitas warga.
Hendrika Saputra menyebutkan bahwa kehadiran jurnalis tidak hanya sebatas meliput bencana, tetapi juga ikut berkontribusi langsung dalam proses pemulihan. “Kita membantu sebisa mungkin. Setelah air surut, masyarakat butuh akses yang bersih dan aman. Ini bagian dari solidaritas sesama warga Aceh Timur,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Junaidi Masrun yang menekankan bahwa pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga bagian dari masyarakat yang ikut merasakan dampak bencana. “Kami lakukan ini agar aktivitas di pusat kota cepat normal kembali, terutama bagi warga yang setiap hari melintas di sini,” katanya.
Aksi spontan kedua pimpinan organisasi pers dan anggota Satlantas tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar yang melihat langsung proses pembersihan yang berlangsung pada pagi hari itu. Warga berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan di Aceh Timur.(*)







