Home / BERITA / EKONOMI & BISNIS

Senin, 28 Juli 2025 - 13:48 WIB

Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Tinjau Harga Singkong Rp700/Kg dan Galakkan Transmigrasi Produktif

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Pakar Hukum Pidana Internasional dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, mendesak Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah konkret menyikapi anjloknya harga komoditas pertanian, khususnya harga singkong yang saat ini hanya dihargai Rp700 per kilogram di tingkat petani.

Dalam konferensi pers di Kantor Partai Oposisi Merdeka, Jakarta Timur, Senin (28/7), Sutan Nasomal menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk keterlambatan negara dalam melindungi petani dari kerugian struktural.

> “Harga Rp700/kg itu jauh dari sehat secara ekonomi. Petani tidak bisa bertahan. Negara seharusnya hadir menjamin standar harga minimal untuk hasil pertanian,” ujar Sutan di hadapan sejumlah pimpinan redaksi media nasional dan internasional.

*Petani Tertekan, Negara Dianggap Abai*

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Sutan menyoroti turunnya rata-rata harga gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) nasional masing-masing menjadi Rp6.357/kg dan Rp7.034/kg. Ia menilai, meski pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), implementasi di lapangan sering kali tidak berjalan efektif.

Baca Juga  Diduga Abaikan Hak Konsumen, Hotel Bintang Lima di Ubud Dilaporkan ke BPKN

“Seharusnya bukan hanya gabah, tapi komoditas seperti singkong, jagung, dan hortikultura lainnya juga dilindungi dengan HPP yang jelas,” tambahnya.

Sutan juga menyebut bahwa data NTP (Nilai Tukar Petani) yang stagnan menandakan lemahnya daya beli petani akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual.

*Transmigrasi sebagai Solusi Pengangguran*

Lebih jauh, Sutan menyoroti ancaman pengangguran di tengah ketimpangan pembangunan antara wilayah Indonesia barat dan timur. Ia menyarankan agar program transmigrasi digalakkan kembali dengan pendekatan baru berbasis produktivitas dan pemberdayaan.

> “Transmigrasi bukan sekadar relokasi, tapi harus menjadi redistribusi kesempatan. Pemberian tanah, pelatihan, dan akses pasar adalah kunci agar pengangguran kota tak semakin menumpuk,” jelasnya.

Baca Juga  Polresta Bandara Soetta Bongkar  Penyelundupan Benih Bening Lobster Tujuan Luar Negeri

*Harga Komoditas Petani Belum Menguntungkan*

Berikut adalah harga sejumlah hasil pertanian di tingkat petani wilayah Bogor per 27 Juli 2025:

Singkong: Rp700/kg

Ubi: Rp3.000/kg

Tomat: Rp7.000/kg

Cabai rawit: Rp45.000/kg

Kangkung dan bayam: Rp2.000/seikat

Pisang Ambon: Rp80.000/setandan

Sutan menilai harga tersebut belum mencerminkan keuntungan wajar bagi petani, terutama jika dibandingkan dengan harga eceran di pasar konsumen yang jauh lebih tinggi.

*Momentum Kemerdekaan: Pemerintah Diminta Pro Rakyat*

Menjelang HUT RI ke-80 pada 17 Agustus 2025, Prof. Sutan berharap pemerintah benar-benar menghadirkan kemerdekaan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya petani, nelayan, dan kaum miskin kota.

“Jangan sampai kemerdekaan hanya dinikmati segelintir elit. Presiden harus hadir mengatasi kemiskinan dan memperbaiki daya beli rakyat yang kini berada di zona merah,” pungkasnya. (**)

Share :

Baca Juga

ACEH

Demi Hak Rakyat, Bupati Aceh Timur Telepon Gus Ipul: Jadup Adalah Hak Rakyat yang Harus Dipercepat

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!

BERITA

Kick Off Graha Hijau Hitam Tandai Milad Ke-60 KAHMI Sulsel

ACEH

Gerebek Rumah di Meulaboh, Polisi Amankan 4 Orang Dugaan Promosi Jarimah Zina

ACEH

Ini Pesan Bupati Aceh Timur untuk Mahasiswa: Jaga Kekompakan dan Rawat Asrama IKAPA