Medialiterasi.id | Bireuen – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan M. Daud, menanggapi pernyataan Bupati Bireuen, Mukhlis, yang mengaku kehilangan semangat bekerja akibat kritik dan pemberitaan media.
Ruslan menegaskan bahwa kritik publik, terutama di tengah situasi bencana, seharusnya dijadikan bahan evaluasi oleh pemerintah daerah, bukan dianggap sebagai tekanan.
“Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang kuat dan responsif. Kritik bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperbaiki. Media menulis berdasarkan fakta di lapangan, bukan untuk menghujat,” ujar Ruslan kepada media, Jumat (20/3).
Ia menyebut, kritik yang muncul mencerminkan kondisi nyata di masyarakat, khususnya terkait penanganan banjir di Kabupaten Bireuen yang hingga kini masih menyisakan berbagai persoalan.
Ruslan juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara kepala daerah dan masyarakat terdampak. Menurutnya, pendekatan yang hanya mengandalkan laporan internal tidak cukup untuk memahami kondisi di lapangan.
“Jika kepala daerah tidak turun langsung berdialog dengan masyarakat korban banjir, akan sulit menemukan solusi yang tepat. Informasi dari tim saja tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti lemahnya komunikasi pemerintah daerah yang menyebabkan masyarakat belum memahami mekanisme bantuan. Beberapa persoalan yang belum tertangani optimal, antara lain polemik Dana Tunggu Hunian (DTH), pendataan korban yang belum akurat, serta belum adanya langkah konkret pembangunan hunian sementara.
Ruslan menjelaskan, dalam penanganan bencana, status bencana sangat menentukan pola penanganan dan keterlibatan pemerintah pusat. Untuk bencana berstatus daerah, tanggung jawab utama berada pada pemerintah kabupaten/kota.
Meski demikian, pemerintah pusat tetap dapat memberikan bantuan melalui berbagai skema, selama pemerintah daerah aktif mengajukan usulan dan melengkapi administrasi.
“Pemerintah pusat bukan tidak hadir, tetapi mekanismenya harus melalui usulan dari daerah. Artinya, daerah harus cepat, tepat, dan aktif,” jelasnya.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah pusat sangat bergantung pada kesiapan dan kinerja pemerintah daerah.
“Administrasi harus cepat, data harus akurat, dan usulan harus lengkap. Jika tidak, bantuan tidak akan maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan bahwa dirinya merasa kehilangan semangat bekerja akibat kritik dan pemberitaan media. Pernyataan tersebut disampaikan saat acara buka puasa bersama awak media di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (18/3).
Ia berharap media dapat menyampaikan kritik yang bersifat membangun dan disertai solusi, bukan sekadar hujatan.
“Kalau saya hilang semangat dalam bekerja akibat hujatan itu, maka masyarakat juga yang menjadi korban,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Ruslan mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam situasi krisis menuntut keberanian dan tanggung jawab.
“Memimpin daerah adalah amanah publik yang harus dijalankan secara transparan dan akuntabel. Kritik adalah bagian dari kontrol sosial yang sehat. Menjadi pemimpin itu penuh risiko dan sorotan. Keberanian menghadapi kritik adalah bagian dari tanggung jawab,” pungkasnya. (**)







