Home / BERITA / EDUKASI

Selasa, 1 Juli 2025 - 22:44 WIB

Talenta Berkembang, Bangsa Menguat: Semangat FLS2N 2025 di Lhokseumawe”

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE –  Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat pendidikan menengah Kota Lhokseumawe resmi digelar selama dua hari, 1–2 Juli 2025, bertempat di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe. Selasa (01/07/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kasubbag TU Cabang Dinas, Jamaluddin, S.Pd., MM.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia FLS2N 2025, Murtala T., S.Sos., M.Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa FLS2N bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga ruang pembinaan karakter, kreativitas, dan kolaborasi bagi generasi muda.

“FLS2N adalah panggung lahirnya karakter unggul. Melalui seni, peserta belajar menghargai perbedaan, membangun jejaring positif, dan mengenali budaya bangsa sejak dini,” ujar Murtala.

Dengan mengusung tema “Talenta Berkembang, Bangsa Menguat”, FLS2N tahun ini menjadi bagian dari implementasi Desain Besar Manajemen Talenta Nasional dan turut mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Baca Juga  Genjot Pendapatan Pajak, UPTD BPKA Lhokseumawe Verifikasi Pajak Kendaraan Dinas Pemerintah

Sebanyak 185 peserta dari 17 sekolah di Lhokseumawe terdiri dari 10 SMA, 1 MAN, dan 6 SMK mengikuti lomba dalam berbagai cabang seni, antara lain musik, tari, baca puisi, desain poster, dan penulisan cerpen. Setiap peserta didampingi oleh guru pembimbing dan dinilai oleh dewan juri yang berasal dari kalangan seniman, budayawan, dan akademisi.

Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan, sementara pemenang akan memperoleh trofi dan uang pembinaan yang disalurkan melalui Bank Aceh.

Dalam cabang lomba penulisan cerpen, juri Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan dosen dan penulis, menyampaikan bahwa menulis cerpen dapat menjadi sarana ekspresi sekaligus refleksi sosial.

Baca Juga  Aksi Demo Mahasiswa di DPRK Lhokseumawe Berakhir Ricuh

“Menulis cerpen adalah bentuk terapi batin dan kritik sosial. Di balik setiap cerita, ada suara hati yang ingin didengar,” ujar Juni.

Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi lahirnya penulis muda dari Lhokseumawe yang berkontribusi dalam literasi nasional.

Selain sebagai ajang kompetisi, FLS2N 2025 menjadi ruang pertemuan dan pembelajaran lintas sekolah. Nilai-nilai seperti sportivitas, toleransi, dan kebhinekaan menjadi bagian dari proses yang dijalani para peserta selama kegiatan berlangsung.

Panitia berharap, melalui kegiatan ini, talenta-talenta muda dari Lhokseumawe dapat tampil di ajang yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional, serta berperan sebagai agen perubahan yang menjadikan seni sebagai bagian dari identitas dan kekuatan bangsa. (JA)

Share :

Baca Juga

BERITA

Pemimpin West Papua Army Bantah Narasi Patroli Humanis Operasi Damai Cartenz di Sinak

BERITA

Iran Pertimbangkan Buka Selat Hormuz, Transaksi Minyak Diminta Gunakan Yuan

BERITA

Polda Metro Jaya Langsung Tindak Lanjut Perintah Kapolri : Mengusut Tuntas Kasus Penyiraman Cairan Berbahaya Terhadap Aktivis KontraS

BERITA

Anies Baswedan Tulis Pesan Dukungan untuk Andrie Yunus yang Dirawat di HCU

BERITA

Anies dan Novel Baswedan Jenguk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras di RSCM

BERITA

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, PERMAHI Minta Komisi III DPR Kawal Pengusutan

BERITA

Patroli Humanis Operasi Damai Cartenz Diklaim Hadirkan Rasa Aman bagi Warga Sinak

BERITA

Polisi Ungkap Jaringan Transaksi Senjata untuk KKB di Papua, Lima Orang Jadi Tersangka