Home / BERITA

Jumat, 17 Oktober 2025 - 21:38 WIB

Satu Tewas dan Empat Luka dalam Penembakan di Nabire : Keluarga Desak Komnas TPNPB Bertanggung Jawab

MEDIALITERASI.ID | NABIRE – Aksi kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Nabire. Kelompok yang diduga bagian dari Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), dipimpin oleh Aibon Kogoya, dilaporkan melakukan penembakan terhadap warga sipil di kawasan Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, pada Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIT.

Menurut hasil investigasi awal, pelaku menembaki kendaraan warga yang tengah melintas di lokasi kejadian. Akibat serangan tersebut, satu orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Kendaraan jenis Hilux yang ditumpangi korban ditemukan dalam kondisi rusak berat, dengan banyak lubang bekas peluru di bagian bodi mobil.

Identitas Korban Luka:

1. Yance Makai (38) – mengalami enam luka robek di lengan kiri, bawah ketiak, dan perut kiri.

Baca Juga  Muhammad Fauzi dan Muksal Mina Resmi Memimpin HIMAKMUR Periode 2025-2026

2. Aser Kegou (45) – luka tembak di lengan kiri.

3. Martinus Makai (42) – seorang PNS, mengalami luka lecet di wajah akibat serpihan kaca.

Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Nabire sekitar pukul 11.05 WIT untuk mendapat perawatan medis intensif.

Pihak keluarga korban menuntut Komnas TPNPB dan kelompok yang terlibat dalam aksi penembakan tersebut agar bertanggung jawab. Mereka menilai tindakan itu merupakan serangan brutal yang disengaja dan menyasar warga sipil tak bersalah.

“Kami minta pertanggungjawaban dari kelompok Komnas TPNPB dan semua yang bergabung dalam aksi ini. Korban tidak tahu apa-apa, mereka hanya masyarakat biasa,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban kepada wartawan.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan menegaskan komitmen aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku.

Baca Juga  Mahasiswa Paniai di Manokwari Kecewa: Pemulangan Jenazah 4 Hari Tanpa Bantuan Pemerintah

“Kami mengecam keras aksi penembakan terhadap warga sipil. Aparat gabungan telah mengevakuasi korban dan kini fokus mengejar kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegas Brigjen Faizal.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian masih dijaga ketat oleh aparat keamanan. Proses penyisiran dan pengumpulan keterangan saksi terus dilakukan untuk mengungkap jaringan serta motif di balik penyerangan tersebut.

Serangan terhadap warga sipil di luar situasi perang atau tanpa keterlibatan dalam konflik bersenjata merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai tindak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). (Yance|Mogouda Yeimo)

Share :

Baca Juga

BERANDA

4 Peristiwa Hukum Pekan Ini: Dari OTT Bupati Pemalang hingga Putusan MK Soal Anggaran MBG

ACEH

Baitul Mal Aceh Buka Investigasi Dugaan Potong Bantuan, Tegaskan Bukan Kebijakan Lembaga

ACEH

Tabrak Lari Lansia di Peureulak Timur Terungkap, Polisi Amankan Innova Hitam dan Tersangka

BERITA

1.105 Personel Gabungan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

BERANDA

Target 80.000 Koperasi Desa Merah Putih Berjalan, Publik Menanti Bukti Nyata di Lapangan

BERANDA

Di Usia 40 Tahun, Kiper Cape Verde Vozinha Raih Kontrak Terbesar Karier Bersama Colo-Colo

BERITA

BI Aceh Serahkan Lima Ton Limbah Uang Rusak ke SBA untuk Bahan Bakar Alternatif Semen

BERANDA

Dua Warga Aceh Didakwa Selundup 147 Kg Sabu di Perairan Pulau Pinang, Terancam Hukuman Mati