Home / BERITA

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:47 WIB

BI Aceh Serahkan Lima Ton Limbah Uang Rusak ke SBA untuk Bahan Bakar Alternatif Semen

MEDIA LITERASI.ID | BANDA ACEH – Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyerahkan lima ton limbah racik uang kertas (LRUK) kepada PT Solusi Bangun Andalas (SBA) untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti sebagian batu bara dalam proses produksi semen. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pemusnahan uang tidak layak edar (UTLE) yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan lima ton limbah yang diserahkan merupakan hasil racikan uang tidak layak edar yang telah ditarik dari peredaran. Volume limbah yang akan disalurkan pada tahap berikutnya bergantung pada jumlah uang rusak yang diterima BI.

“Yang dikirim hari ini ada lima ton. Untuk berikutnya nanti kita sesuaikan tergantung jumlah uang tidak layak edar yang masuk ke kami,” kata Agus usai penandatanganan kerja sama pemanfaatan LRUK dengan PT SBA di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga  Polres Bener Meriah Tegur dan Himbau Pengendara Mobil Barang yang Membawa Penumpang

Menurut Agus, limbah tersebut berasal dari uang yang telah rusak secara fisik atau tidak lagi memenuhi standar kelayakan edar. Sebelum dikirim ke pabrik semen, uang tersebut terlebih dahulu diracik tanpa membedakan nominal maupun pecahannya.

Ia berharap kerja sama pemanfaatan limbah uang rusak sebagai bahan bakar alternatif dapat berlangsung secara berkelanjutan. Selain mendukung kebutuhan energi industri semen, langkah ini juga mengurangi limbah yang sebelumnya harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami berharap ini bisa membantu SBA menambah pasokan bahan bakar, sekaligus meringankan beban kami karena tidak perlu lagi membuang limbah tersebut ke TPA,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menyinggung dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh terhadap peredaran uang. Ia mengatakan, jumlah masyarakat yang menukarkan uang rusak akibat banjir relatif sedikit.

Baca Juga  Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Korban Jiwa Diperkirakan Bertambah

Sebaliknya, penukaran uang rusak dalam jumlah besar justru berasal dari perbankan yang kas atau brankasnya sempat terendam banjir.

“Kalau dari masyarakat tidak terlalu banyak, karena biasanya uang yang sudah kotor masih tetap dibelanjakan dan diterima. Berbeda dengan di bank, jika uang sudah kotor maka tidak boleh diedarkan lagi dan harus dikembalikan ke BI untuk dimusnahkan,” kata Agus.

Kerja sama antara BI Aceh dan PT SBA tersebut diharapkan menjadi solusi pengelolaan limbah uang tidak layak edar yang lebih efisien, sekaligus mendukung upaya pemanfaatan energi alternatif pada sektor industri.

Sumber: bithe.co

Share :

Baca Juga

Menko Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Pusat Edukasi dan Mitigasi Bencana-2

BERITA

Museum Tsunami Aceh Terima Kunjungan Edukasi Menko Kumham Impas Yusril Ihza Mahendra

ACEH

Groundbreaking GEUKOM Smart Greenhouse: Pembangunan Dimulai, Pertanian Modern Berbasis Gampong Mulai Dibangun

ACEH

Danrem 011/Lilawangsa: Insiden Penembakan di Tiro Pidie Masih Didalami, 1 Warga Tewas

ACEH

Satu Warga Tewas, 10 Luka-luka dalam Insiden Penembakan Saat Maulid di Tiro Pidie

BERITA

Viral Bentrok di Tiro Pidie Saat Maulid: Apa yang Terverifikasi, Apa yang Masih Rumor?

EDUKASI

Asah Kompetensi Jurnalistik, LPM Al-Kalam Hadirkan Jurnalis RRI dan Metro TV

HUKUM

Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Dirinya

HUKUM

Penyadapan Ilegal Diduga Sasar Prabowo hingga Jurnalis, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka