Home / BERITA

Minggu, 23 November 2025 - 19:40 WIB

Mahasiswa Paniai di Manokwari Kecewa: Pemulangan Jenazah 4 Hari Tanpa Bantuan Pemerintah

MEDIALITERASI.ID | PANIAI – Martinus Zonggonau mahasiswa asal Kabupaten Paniai yang sedang menempuh studi di Manokwari, Papua Barat, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Kabupaten Paniai. Mereka menilai pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, tidak memberikan bantuan apa pun dalam proses pemulangan jenazah salah satu mahasiswa Paniai yang meninggal dunia.

Kekecewaan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi di Facebook pada Sabtu, 23 November 2025.

Martinus Zonggonau, mewakili mahasiswa Paniai di Manokwari, menjelaskan bahwa mereka telah menghubungi Pemerintah Kabupaten Paniai sejak Kamis, 20 November hingga Sabtu, 22 November 2025. Namun tidak ada satu pun tanggapan maupun konfirmasi dari pihak pemerintah.

Jenazah yang dipulangkan adalah Onalince Bunai, mahasiswa aktif Universitas Papua (UNIPA) Program Studi Kehutanan semester 7, asal Kampung Poge, Distrik Paniai Timur.

Baca Juga  Saatnya Indonesia Ikut Menyusun Dunia Multipolar

Biaya Kargo Rp70 Juta Membuat Pemulangan Lewat Udara Batal

Mahasiswa sebelumnya telah berupaya bernegosiasi dengan pihak maskapai di Bandara Rendani, Manokwari. Namun biaya kargo jenazah yang ditetapkan maskapai mencapai Rp70 juta, sehingga tidak mampu dipenuhi para mahasiswa.

Karena tidak ada dukungan pendanaan dari Pemerintah Daerah Paniai, opsi pemulangan melalui jalur udara terpaksa dibatalkan.

Tanpa bantuan pemerintah, mahasiswa memutuskan memulangkan jenazah melalui jalur laut menggunakan kapal kecil Napan Wainame dari Pelabuhan Marampa, Manokwari, menuju Wasior, Kabupaten Teluk Wondama.

Kapal diperkirakan tiba di Wasior pada Minggu dini hari. Setibanya di sana, jenazah dibawa melanjutkan perjalanan darat menggunakan mobil lintas Wasior–Nabire tanpa jeda hingga tiba di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Baca Juga  Jakarta Sering Diguyur Hujan, Kapolda Ajak Pengguna Jalan Saling Tenggang Rasa

Setelah perjalanan panjang selama empat hari, jenazah akhirnya tiba di Nabire pada Minggu, 23 November 2025, pukul 05.23 WIT.

Onalince Bunai meninggal dunia pada Kamis, 20 November 2025, pukul 11.12 WIT di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat. Lima menit setelah dinyatakan meninggal, jenazah dibawa ke Asrama Wissel Meren, Amban, Manokwari, tempat berkumpulnya mahasiswa Paniai.

Martinus menegaskan bahwa mahasiswa Paniai Kota Studi Manokwari merasa diperlakukan tidak adil ketika sedang menghadapi situasi duka dan darurat kemanusiaan.

“Kami seperti tidak ada harganya di mata Pemerintah Paniai. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang apabila ada mahasiswa yang meninggal di tanah rantau, baik di dalam maupun di luar Indonesia,” tegasnya. (Mogouda Yeimo)

Share :

Baca Juga

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

BERITA

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT

ACEH

Spanyol Tundukkan Prancis 2-0, Oyarzabal dan Porro Antar ke Final

ACEH

31 Kasus Kekerasan Anak dalam Enam Bulan, Bupati Al Farlaky Siapkan Langkah Pencegahan dan Rumah Aman