MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Kementerian ESDM mempercepat pembangunan pipa transmisi gas bumi Dumai-Sei Mangkei untuk menyalurkan cadangan gas besar dari Blok Andaman, Aceh. Proyek senilai Rp6,6 triliun itu ditargetkan rampung sebelum produksi gas Andaman dimulai pada 2028.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pembangunan pipa Dumai-Sei Mangkei atau Dusem sudah dimulai. Infrastruktur ini disiapkan agar gas dari Blok Andaman bisa langsung dialirkan ke wilayah Sumatra hingga Jawa.
“Blok Andaman itu ada kandungan gas yang cukup besar juga di sana. Itu nanti masuk ke Pulau Sumatra dikirim pakai pipa,” ujar Laode dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, Selasa (19/5/2026).
Menurut Laode, jaringan pipa gas di Sumatra bagian selatan selama ini belum terkoneksi. Karena itu pemerintah membangun ruas baru Dusem agar siap menerima produksi gas Andaman yang ditargetkan mulai beroperasi sekitar 2028.
“Jadi kita bangunkanlah pipa ini nanti begitu rencananya Blok Andaman ini insyaallah akan bisa mulai start tahun 2028. Jadi kita sudah jadi nih pipanya, siap untuk menerima,” katanya.
Proyek Dusem merupakan bagian dari rencana integrasi pipa transmisi dari Aceh hingga Jawa Timur. Laode menyebut pipa Cisem-1 sudah rampung pada 2023 dan mengalirkan gas ke Kawasan Industri Terpadu Batang. Pipa Cisem-2 juga baru beroperasi untuk menyalurkan gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat.
Dengan selesainya pipa Dusem, jaringan ini akan menjadi jalur utama distribusi gas nasional yang menghubungkan potensi pasokan dari Wilayah Kerja Agung dan Andaman di Aceh ke konsumen di Sumatra dan Jawa.
Berdasarkan catatan, total anggaran pembangunan pipa Dumai-Sei Mangkei mencapai Rp6,6 triliun.(AYD)







