Home / BERITA / EDUKASI

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:29 WIB

Prof Agussabti Usung Transformasi USK Jadi Kampus Sosio-Technopreneur Berdaya Saing Global

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., ASEAN Eng memaparkan visi dan arah kebijakan pengembangan Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031 dengan menekankan transformasi USK sebagai Universitas Sosio-technopreneur yang inovatif, mandiri, berakar pada kearifan lokal, dan bereputasi global.

Visi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan perguruan tinggi di tengah disrupsi global, transformasi digital, serta tuntutan kemandirian institusi pendidikan tinggi. USK, menurutnya, tidak cukup hanya unggul dalam pengajaran dan publikasi ilmiah, tetapi harus hadir sebagai kampus berdampak yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, pembangunan daerah, dan daya saing nasional.

“Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi. USK harus mampu melahirkan lulusan berdaya saing, riset yang berdampak, serta tata kelola yang profesional dan dipercaya publik,” kata Agussabti.

Dalam bidang pendidikan, Agussabti menekankan pentingnya modernisasi tata kelola akademik, adaptasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE),  serta peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan. Pendidikan tinggi, menurutnya, tidak boleh bersifat eksklusif.

USK akan mendorong perluasan akses pendidikan melalui skema beasiswa inklusif dan layanan akademik yang adaptif, sehingga masyarakat dengan keterbatasan tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas.

Selain itu, orientasi pembelajaran diarahkan untuk mengubah pola lama mahasiswa sebagai penghafal teori menjadi pencari solusi yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Baca Juga  Indra Iskandar Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Kelengkapan Rumah Jabatan Anggota DPR

Menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat, Agussabti menilai orientasi lulusan perlu bergeser dari pencari kerja ke pencipta lapangan kerja. Konsep sosio-teknopreneur menjadi pendekatan utama dalam pembinaan mahasiswa.

Program yang disiapkan meliputi penguatan karakter dan soft skill, magang berdampak, inkubasi bisnis, pengembangan start-up, hingga beasiswa kewirausahaan. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang mandiri, inovatif, dan memiliki kepekaan sosial.

Di bidang penelitian, USK diarahkan untuk memperkuat riset unggulan berbasis potensi lokal Aceh serta isu strategis nasional dan global. Agussabti menyoroti masih kuatnya orientasi riset pada proyek dan publikasi semata, tanpa hilirisasi dan dampak nyata.

Ke depan, riset akan didorong untuk terintegrasi dengan pengajaran dan pengabdian masyarakat, termasuk melalui pengembangan klaster “USK Berdampak”, kolaborasi lintas disiplin, serta komersialisasi hasil penelitian.

Untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, Agussabti dalam paparannya ikut menegaskan pentingnya reformasi tata kelola berbasis prinsip good governance. Salah satu fokus utama adalah penguatan monitoring dan evaluasi (Monev) serta mitigasi risiko.

Masih menurutnya, jika dirinya diberi kepercayaan untuk memimpin USK, Prof Agussabti akan menerapkan matriks risiko, visualisasi risiko, alokasi sumber daya berbasis risiko, serta komunikasi efektif lintas unit. Selain itu, kerangka kerja Responsible, Accountable, Support, Consulted dan Informed (RASCI) yang akan digunakan untuk memperjelas peran, tanggung jawab, dan penanggung jawab program (PIC), guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas.

Baca Juga  Peluang PKB Untuk Gabung Bersama Mas Anies Dalam Membangun Indonesia

“Monev tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif. Ia harus menjadi alat koreksi kebijakan agar program benar-benar berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.

Penguatan jejaring alumni juga menjadi perhatian. Melalui pengembangan database alumni terintegrasi, pusat layanan karir, endowment fund, serta kemitraan strategis di tingkat nasional dan internasional, USK diharapkan mampu meningkatkan reputasi global dan kontribusi alumni bagi kampus.

Di sisi lain, USK juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian finansial melalui optimalisasi aset, penguatan holding company, komersialisasi riset, serta pengembangan kawasan bisnis kampus. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada UKT mahasiswa sekaligus meningkatkan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.

Melalui visi, misi, dan program kerja yang di paparkan, Agussabti menargetkan USK menjadi universitas yang tidak hanya visioner, tetapi juga terukur, akuntabel, dan dipercaya publik.

“Keberhasilan perguruan tinggi bukan semata pada besarnya program, tetapi pada konsistensi pelaksanaan, keberanian melakukan koreksi, dan komitmen pada kepentingan publik,” tutupnya. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Dua Terduga Pelanggar Qanun Khalwat Banda Aceh Baru Hadir Setelah Disorot Publik, Proses Hukum Telat Jalan

ACEH

Musisi Aceh Timur Maimunzir Rilis “Gas Beracun”, Suarakan Dampak Dugaan Polusi Industri ke Warga

ACEH

9 Warga Desa Blang Paoh Sa Aceh Timur Terjangkit DBD, 3 Masih Dirawat di RSUD Zubir Mahmud

ACEH

Door to Door, Kapolsek Idi Rayeuk Tebar Kepedulian Lewat Program Jum’at Berkah

ACEH

Satlantas Polres Aceh Timur Mulai Sosialisasi Jelang Operasi Patuh Seulawah 2026, Keselamatan Bukan Sekadar Kepatuhan

BERANDA

Kejagung Geledah Kantor BGN, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG

ACEH

Disnakermobduk Aceh dan Serikat Pekerja Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

BERITA

Operasi Patuh Seulawah 2026 Digelar 8–21 Juni, Ini Lima Pelanggaran yang Jadi Sasaran Satlantas Polres Lhokseumawe