MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Persatuan Istri Amil (PIA) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menggelar seminar bertajuk “Gaji Tipis Hidup Manis, Tabungan Nggak Habis” sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan serta membangun ketahanan ekonomi keluarga amil.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (6/8/2025) di Gedung BAZNAS Institute, Jakarta, dengan menghadirkan konsultan keuangan Octavia Reniar Putri, S.M, M.SM., CSA, CFP, CFRP, CRP, WPPE-P sebagai narasumber utama.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PIA BAZNAS RI, Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si., beserta jajaran pengurus PIA lainnya. Seminar ini juga mendapatkan apresiasi dari Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., yang menyebut kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan ekonomi masa kini.
“Seminar ini luar biasa karena membekali keluarga amil dengan keterampilan finansial yang sangat dibutuhkan di era sekarang,” ujar Kiai Noor.
Ia juga mendorong agar program edukasi semacam ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas jangkauannya hingga ke daerah-daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak keluarga amil di seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Kiai Noor menekankan bahwa peran istri amil dalam pengelolaan keuangan rumah tangga sangat strategis. Ia menilai peningkatan kapasitas para istri merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem zakat secara menyeluruh.
“PIA telah menunjukkan bahwa mendampingi perjuangan para amil tidak hanya sebatas mendukung peran suami, tetapi juga dengan meningkatkan kapasitas diri,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Octavia Reniar Putri menegaskan bahwa permasalahan utama dalam pengelolaan keuangan rumah tangga bukanlah pada jumlah penghasilan, tetapi pada manajemen keuangan yang bijak.
“Gaji kecil bukan penghalang untuk hidup berkualitas. Kuncinya adalah perencanaan, disiplin, serta kebiasaan keuangan yang sehat,” jelasnya.
Ia mengajak para peserta untuk mulai melakukan langkah sederhana, seperti mencatat pengeluaran harian, menyusun anggaran bulanan, dan membedakan antara kebutuhan serta keinginan. Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat membantu menciptakan stabilitas keuangan keluarga, meski dengan penghasilan terbatas.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk konkret peran aktif PIA BAZNAS RI dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, khususnya di kalangan para amil zakat. (H. Ranto)







