Home / OPINI

Sabtu, 24 Juni 2023 - 23:28 WIB

PENANGANAN AL ZAYTUN JANGAN BERTELE-TELE

by M Rizal Fadillah*

OPINI  Panji Gumilang gemar mendemonstrasikan salam dengan irama menyanyikan Yahudi “havenu shalom eleichem”. Spirit atau bagian dari ritual Yahudi. Saat menggalang dukungan “dalam” untuk menyambut pendemo ke pesantren Al Zaytun, lagu penyemangatnya adalah “havenu shalom eleichem”. Menurut salah satu pendiri Yayasan yang menaungi Al Zaitun Imam Supriyanto Panji Gumilang memiliki ketertarikan yang tinggi pada Israel. Ia sangat ingin pergi ke Israel. 

Penamaan Al Zaitun juga cukup menarik. Di Timur Yerusalem ada bukit bernama Bukit Zaitun ( Har HaZaetim) dimana diyakini dari bukit ini Yesus terangkat ke Surga (Kis 1:8). Dalam Jeremia 11:16 orang Israel disebut sebagai “pohon Zaitun yang rindang”. Allah berjanji demi buah Tin dan Zaitun yang mengingatkan daerah kehidupan Nabi Isa As yang merupakan Bani Israel. Thursina Nabi Musa As dan “al Balad al Amin” adalah Mekkah sebagai kota kehidupan Nabi Muhammad SAW. 

Bukan saja keinginan untuk pergi ke Israel, tetapi Panji Gumilang cenderung mengharapkan terbukanya hubungan antara Indonesia dengan Israel. Menjadi wajar jika timbul pertanyaan benarkah dia belum ke Israel ? Ada apa sesungguhnya Panji Gumilang dengan Israel, jangan-jangan dia agen Mosad. Menurut Imam, Panji Gumilang telah berkomunikasi dengan Israel melalui hubungan pendidikan. 

Baca Juga  GAGASAN MOHAMMAD HATTA SERTA FILOSOFI PEMBANGUNAN PEDESAAN

Untuk mengejar kebenaran dan fakta yang terjadi termasuk penyimpangan keagamaan tidak cukup dengan pola “tabayun” atau “klarifikasi” karena kontroversi Al Zaytun ini sudah diteliti dan ditinjau sejak tahun 2001. Kini saatnya melakukan tekanan dan tindakan. Adanya demo-demo dari lingkungan sekitar mendesak mendesaknya penyelesaian masalah Al Zaytun ini. 

Penyelesaian yang dilakukan saat ini nampaknya bertele-tele terbukti meskipun Panji Gumilang telah datang ke Gedung Sate akan tetapi baik MUI maupun Tim Pemprop Jawa Barat ternyata tidak mendapat jawaban atau keterangan yang memadai. Bahkan pertanyaan konon akan dijawab kemudian. 

Sederhanakan penyelesaiannya, yaitu bukan “klarifikasi” tetapi “interogasi” artinya dengan dugaan kuat dan bukti-bukti yang ada sekurangnya “penodaan agama” telah dapat diproses secara hukum. Panji Gumilang yang telah meresahkan segera tangkap dan periksa. Ini langkah efektif dan efisien. 

Baca Juga  Satu Dua Putaran: Pilpres Curang, Kejahatan Demokrasi

Bila aparat penegak hukum masih ragu akibat “policy center” yang belum memberi lampu hijau untuk menertibkan Al Zaytun, maka pilihannya adalah “people power” menekan penurunan Panji Gumilang. Aksi-aksi dilakukan secara masif dan berlanjut dengan keterlibatan massa yang semakin meluas dan membesar. 

Sulit mempertahankan keberadaan Al Zaytun akibat ulah Panji Gumilang dan konsepsi “negara dalam negara” yang dijalankan. Walaupun semula Al Zaytun dapat menjadi lahan “pemasukan” untuk segala kepentingan, namun “life time” Al Zaytun sudah selesai atau tamat. Skenario terakhir adalah menyelamatkan anak didik. 

Panji Gumilang harus dipenjara agar ada kesempatan untuk berpikir dan menyesali perbuatan sesat dan sarananya. Terlalu lama memeras buah Zaitun untuk mendapatkan minyaknya. 

Pintu taubat masih terbuka. Tetapi bukan di ma’had atau istana melainkan di ruang penjara. 

 

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan

Bandung, 25 Juni 2023

Share :

Baca Juga

OPINI

Likuidasi Jiwasraya Selesai, Publik Tanya: Rekomendasi Siapa dan Bagaimana Nasib Asabri?

OPINI

26 Tahun Bumi Flora: Ketika Kursi Kekuasaan Mengubur Konflik Agraria Aceh Timur

EDUKASI

Pendidikan Indonesia: Masih Fair atau Sudah Menuju Good?

ACEH

Pasca Banjir Bandang-Longsor, Warga Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan Dana Pemulihan 2026

HUKUM

Ketika Keadilan Dipertanyakan: Antara Hukum, Integritas, dan Harapan Publik

OPINI

Istilah “Londo Ireng” Kembali Mencuat, Aktivis Soroti Praktik Neokolonialisme di Era Modern

OPINI

Ketika Keramaian Bukan Jaminan Kebenaran

OPINI

Belajar dari Malikussaleh: Mengapa Peradaban Besar Sulit Kita Warisi?