Home / OPINI

Jumat, 10 Februari 2023 - 13:12 WIB

NOEL : GANJAR PEMIMPIN YANG SOMBONG DAN ANGKUH

oleh M Rizal Fadillah*

OPINI – Judul di atas adalah ucapan dari Ketua Umum Ganjar Pranowo (GP) Mania Immanuel Ebenezer saat mengumumkan pembubaran GP Mania. Entah mengecewakan apa yang membuatnya menyatakan Ganjar sombong dan angkuh. Kemarahannya kelihatannya serius. 

Ketika dikemukakan wartawan tentang kepiawaian Ganjar dalam memanfaatkan media sosial, Noel panggilan Immanuel menyatakan bahwa Ganjar adalah Presiden Youtube. Menurutnya Ganjar tidak berprestasi, tidak bernyali dan tidak memiliki gagasan. Ketidakjelasan status pencalonan Capresnya juga menjadi pertimbangan. 

Mundurnya Noel dari kelompok pendukung Ganjar mendapat “serangan” dari kelompok pendukung Ganjar lain seperti Eko Kunthadi dan Denny Siregar. Menurut Eko Noel salah menghitung karena “geer” tetapi tidak dilirik Ganjar. Noel berhitung untung rugi. Sedangkan Denny menyindir “wkwkwk.. baguslah biar jelas posisi si teman munarman”. Noel sering disebut kadrun. 

Mungkin benar Immanuel Ebenezer berhitung akan kans Ganjar Pranowo yang semakin tipis. Tidak ada satu partai pun yang berani menyatakan untuk mengusungnya sebagai Capres. PDIP yang menjadi partai Ganjar hingga kini tidak ada tanda-tanda akan mendukungnya. Puan lebih kuat untuk didorong.

Baca Juga  Ketika Banyak Orang Mengeluh, Pancasila Sudah Dilupakan : Selamat Memperingati Hari Lahirnya Pancasila

Ganjar pemimpin yang sombong dan angkuh berbeda dengan tampilan di medsos. Menurut GP Mania di medsos Ganjar itu seperti merakyat dan humanis. 

Gubernur yang terang-terangan mengaku penggemar film porno ini terkait dengan masalah suap dalam kasus E-KTP. Tentu dia membantah meski hal itu terungkap di pengadilan Pengadilan. 

Bubarnya GP Mania menambah repotnya posisi Ganjar untuk pencapresan 2024. PDIP tidak membuka pintu, KIB masih belum jelas sementara “lawan” beratnya Anies Baswedan sudah berlari cepat. Jokowi sebagai “dalang” masih membuat opsi perpanjangan jabatan untuk dirinya. Main mata pula dengan kandidat lain termasuk Prabowo. Ganjar semakin terasing. 

Ia terus bermain media sambil berjalan dan berlari-lari membagi uang “receh” ke tukang sapu, mang beca, dan pemulung. Dan tentu saja dibuat. Ganjar pernah diteriaki anak perempuan dengan panggilan “Jokowi” saat ia berolah raga dengan istrinya Atikoh GP. Tentu saja. 

Baca Juga  Bencana di Aceh dan Ujian Negara: Menjaga Perdamaian di Wilayah Pasca konflik

Presiden Jokowi dalam acara Sambutan Puncak Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2023 di Deli Serdang kemarin 9 Februari 2023 menyebut salah satu kondisi yang tidak baik-baik saja adalah munculnya konten-konten receh. Menurutnya “saat ini isu kebebasan pers sudah bukan lagi menjadi masalah. Soalnya saat ini semua pihak bebas membuat berita melalui berbagai platform digital”. Nah, isi resep itu yang dijelek-jelekkan Presiden. 

Moga lari-lari Ganjar bagi-bagi receh yang disiarkan itu bukan termasuk konten receh. Begitu juga penyiaran Presiden yang melempar-lempar kaos sehingga rakyat tersungkur bukan pula konten receh yang mengorbankan kualitas. 

Kata GP Mania yang semula adalah Jokowi Mania (Joman) bahwa apa yang ditampilkan Ganjar Pranowo berbeda dengan kenyataan sehari hari. Tampilan merakyat dan humanis itu dalam media, sombong dan angkuh itu fakta. 

Untung saja Presiden Jokowi tidak menyukai Ganjar Pranowo. Sehingga ia tidak diteriaki oleh anak kecil “Ganjar”.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Share :

Baca Juga

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan

OPINI

21 Tahun Damai Aceh: Perang Senjata Berhenti, Perang Anggaran Belum Usai

OPINI

Menjemput Nakhoda Baru Unimal: Meritokrasi Akademik dan Ujian Integritas Kepemimpinan

OPINI

“Jangan Jual Aqidah Demi Nafkah”: Ajaran Agama Kita Ingatkan Pentingnya Memilih Pekerjaan Halal

OPINI

Merdeka dari Krisis Soft Skills: Menyiapkan SDM Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

OPINI

Perdamaian Harus Menjadi Energi Positif: Mendorong Aceh Menuju Kesejahteraan, Kemandirian, dan Kedaulatan Ekonomi

OPINI

Gas Aceh, Kita Dapat Apa? Antara Potensi Raksasa dan Realitas Warga yang Masih Gelap

OPINI

Likuidasi Jiwasraya Selesai, Publik Tanya: Rekomendasi Siapa dan Bagaimana Nasib Asabri?