Home / BERANDA / BERITA / HUKUM / NASIONAL

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:11 WIB

MK Putuskan Dana MBG Harus Dipisahkan dari Anggaran Pendidikan 20 Persen

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan terkait pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam putusannya, MK menyatakan anggaran MBG tidak boleh lagi diambil dari alokasi dana pendidikan 20 persen dalam APBN maupun APBD.

Putusan dibacakan Ketua MK Suhartoyo bersama Wakil Ketua Saldi Isra dan tujuh Hakim Konstitusi lainnya di Gedung MK, Jakarta, Kamis (30/7). Putusan itu menjadi penentu keberlanjutan MBG sekaligus kepastian penggunaan anggaran pendidikan sesuai konstitusi.

“Dalam pertimbangannya, MBG dinyatakan bukan komponen utama fungsi pendidikan sehingga anggarannya wajib dipisahkan,” ujar Suhartoyo saat membacakan amar putusan.

Gugatan Guru dan Akademisi

Perkara ini diajukan tiga pemohon berbeda. Reza Sudrajat dari Yayasan Taman Belajar Nusantara melalui Perkara Nomor 55/PUU-XXIV/2026, Rega Felix melalui Perkara Nomor 52/PUU-XXIV/2026, serta Sa’ed melalui Perkara Nomor 40/PUU-XXIV/2026.

Baca Juga  Pabrik Metanol di KEK Arun Lhokseumawe Berpotensi Kurangi Impor Nasional dan Bangkitkan Industri Hilir Aceh

Para pemohon menilai penggunaan dana pendidikan untuk MBG bertentangan dengan Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 yang mewajibkan negara mengalokasikan minimal 20 persen anggaran untuk pendidikan. Mereka menilai praktik itu berpotensi menggerus hak dan kesejahteraan pendidik.

Gugatan diperkuat dengan keterangan saksi dari kalangan guru, siswa, dan YLBHI. Majelis hakim menilai argumen para pemohon beralasan secara konstitusional.

Ada Masa Transisi Hingga 2028

Meski mengabulkan, MK tidak serta merta memerintahkan pemisahan anggaran dilakukan tahun ini. MK memberi masa transisi paling lambat hingga penyusunan APBN Tahun Anggaran 2028 agar tidak menimbulkan guncangan fiskal.

Keputusan itu disambut Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia, Perhimpunan Pendidikan dan Guru, YLBHI, serta sejumlah pengamat hukum tata negara. Bagi mereka, putusan ini mengembalikan fungsi anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi.

“Akhirnya uang pendidikan disuruh pulang ke rumahnya sendiri. Sekolah bukan lagi dianggap ATM nasional setiap ada program baru,” kata salah satu perwakilan koalisi usai sidang.

Baca Juga  YORINDO, APTIKNAS, dan APKOMINDO Dorong Institusi Pendidikan Adaptasi Teknologi dan AI

Tugas ke BGN dan Kemenkeu

Dengan putusan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan mendapat tugas mencari pos anggaran baru untuk MBG. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendapat ruang lebih besar untuk pembenahan infrastruktur sekolah, peningkatan mutu, dan kesejahteraan guru honorer.

MK berharap pemisahan anggaran dilakukan secara bertahap agar APBN tetap stabil. Pemerintah diminta segera menyusun skema pembiayaan MBG di luar pos pendidikan 20 persen.

Putusan MK ini sekaligus menegaskan kembali prinsip dasar alokasi anggaran pendidikan. Uang pendidikan harus digunakan untuk pendidikan, bukan untuk membiayai program lain meskipun tujuannya baik.

Share :

Baca Juga

HUKUM

Bongkar Pabrik Sabu 1,2 Ton di Aceh, 7 Orang Ditangkap di China – Terancam Hukuman Mati

NASIONAL

Polda Metro Jaya Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bersama 100 Mahasiswa di Jakarta

BENCANA

Warga Minta Pemkot Banda Aceh Evaluasi Pohon Trembesi di Jalur Wisata PLTD Apung

BENCANA

Waspada! Bibit Siklon Tropis 98B di Teluk Benggala Ancam Aceh dan Sumut Sepekan ke Depan

ACEH

Di Musda Golkar, Al-Farlaky Buka Pintu Kolaborasi untuk Pembangunan Aceh Timur

ACEH

Bukan Janji! Bupati Al-Farlaky Buktikan Pelayanan Makin Baik, 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah Dibagikan

ACEH

Wabup Aceh Timur Tekankan Peran Pemuda Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya Saing.

ACEH

Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans Baru, Jawab Keluhan Puskesmas Mogok Saat Bawa Pasien