Home / BERITA / LIFESTYLE

Senin, 8 Desember 2025 - 15:55 WIB

HCML Hadirkan Festival Spektakuler, Warga Giligenting Tersentuh Kisah Nelayan

SUMENEP | MEDIALITERASI.ID Festival Pesisir 4 dengan tema Lengghi berhasil memukau masyarakat Pulau Giligenting. Agenda tahunan yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas bersama Husky CNOOC Madura Limited (SKK Migas–HCML) pada Sabtu (6/12) itu menyajikan pertunjukan seni yang apik dan penuh kolaborasi. Sebanyak 164 warga lokal turut menjadi pendukung acara.

Selama dua bulan, ratusan warga dilatih khusus untuk menampilkan drama teaterikal kolosal di Taman Desa Galis, Kecamatan Giligenting. Di bawah arahan para seniman dari Tabun Educulture, latihan intensif itu akhirnya membuahkan hasil memuaskan. Penonton dari empat desa di Pulau Giligenting dibuat terpukau oleh pementasan tersebut.

Ratusan penonton bahkan merangsek ke bagian depan area pertunjukan untuk melihat lebih dekat aksi putra-putri asli Pulau Giligenting. Meski tanah sempat becek akibat hujan, antusiasme warga dari Desa Gadugan, Bringsang, Aenganyar, dan Galis tidak surut untuk menyaksikan pagelaran spektakuler itu.

“Saya terharu karena teringat ayah dan kakek saya yang juga nelayan,” tutur Miskali, warga Desa Gadugan, sambil meneteskan air mata seusai pementasan drama kolosal yang sekaligus menjadi penutup malam puncak Festival Pesisir 4.

Pertunjukan tersebut mengangkat kisah perjuangan keras para nelayan dalam mengarungi kehidupan. “Baru pertama kali ada pertunjukan seperti ini di Pulau Giligenting,” tambah Miskali penuh bangga.

Baca Juga  Gema Tong-tong dan Teknologi Robot Warnai Malam Anugerah Inovasi Daerah Sumenep

Pimpinan Tabun Educulture, Kiai Turmidzi Djaka, mengatakan pagelaran tersebut tidak mungkin terwujud tanpa semangat luar biasa dari para talenta lokal.

“Selain semangat para penampil, dukungan orang tua yang mengizinkan anak-anak mereka berlatih selama berbulan-bulan juga sangat menentukan,” ujarnya.

Festival Pesisir 4 sendiri terbagi menjadi dua rangkaian kegiatan. Pada siang hari, digelar bakti sosial yang diawali dengan santunan anak yatim, lalu penyerahan sepatu dan tas sekolah melalui program Langkah Baik HCML. Kegiatan berlanjut dengan pemberian makanan bergizi tambahan bagi balita dalam program HCML untuk Masa Depan.

Selain itu, dilakukan sosialisasi pencegahan stunting, penyerahan peralatan untuk kader posyandu di 14 posyandu di empat desa Pulau Giligenting, serta ditutup dengan khitanan massal.

Sementara pada malam puncak, digelar PPM Awards untuk tiga kategori, yaitu program terbaik, tim pendamping terbaik (The Best Team), dan pendamping terbaik atau Man of The Year.

Sejumlah penghargaan dari para pemangku kepentingan juga diberikan kepada SKK Migas–HCML sebelum acara ditutup dengan pagelaran bertajuk Lengghi; Ekspresi Budaya Giligenting.

Manager Regional Office and Relations HCML Jawa Timur, Hamim Tohari, menegaskan bahwa Festival Pesisir 4 digelar untuk memberdayakan masyarakat serta melestarikan budaya lokal.

“Tujuannya agar nilai luhur budaya bisa dipahami generasi berikutnya dan tidak luntur di tengah masyarakat,” ujarnya.

Hamim menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sumenep, tokoh masyarakat, dan seluruh warga atas dukungan terhadap operasional HCML dalam mengelola sumber daya alam migas di wilayah tersebut.

“Berkat dukungan semua pihak, operasional kami berjalan lancar. Mustahil semua itu tercapai tanpa bantuan berbagai pihak,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa HCML akan terus bersinergi dengan Pemkab Sumenep untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, merawat lingkungan, dan melestarikan budaya lokal. “Sinergi ini harus dijaga agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Antisipasi Konflik, Pemkab Sumenep dan FKUB Gelar Pelatihan EWS Keagamaan

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Anwar Syahroni Yusuf, turut mengapresiasi inisiatif dan kontribusi HCML.

“Kontribusi HCML bagi Sumenep sangat besar, terutama dalam layanan dasar seperti kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya,” katanya.

Menurut Anwar, kolaborasi antara Pemkab Sumenep dan HCML harus terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

“Kami percaya sinergi yang baik dapat membawa kesejahteraan dan mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, khususnya di wilayah kepulauan. Ini komitmen kita bersama,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

ACEH

Bismillah Menjadi KM Nol Islam: Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Peureulak di Haul Sultan ke-1224

BERANDA

Diaspora Aceh: Dari Pengungsi Konflik hingga Akademisi Dunia, Mengapa Mereka Merantau?

BERANDA

Diskualifikasi Uriarte Guncang Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Untung, Tapi FIM Steward Dinilai Telat & Tak Transparan

ACEH

Ulama Aceh Timur Desak Mahkamah Syar’iyah Terapkan Syariat Kaaffah: Mediasi, Wali, Iddah dan Nasab Jadi Kunci

BERANDA

Prediksi Portugal vs RD Kongo 18 Juni: Ronaldo Cs Diunggulkan Raih 3 Poin Perdana Grup K Piala Dunia 2026

ACEH

Bunda PAUD Julok Hadiri Pelepasan Peserta Didik KB Zaky Rahmi Labuhan

ACEH

61 Kombatan KPA Linge Teken Mosi, Desak Mualem Evaluasi Panglima Bener Meriah
MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – MALITA Foundation menyelenggarakan diskusi ilmiah daring Academic Talk Part 2 bertajuk “Menakar Kesiapan Koperasi Merah Putih di Serambi Mekkah” pada Minggu (14/6/2026) malam.

BERITA

Diskusikan Koperasi Merah Putih di Aceh, MALITA Foundation Soroti Kekosongan Pergub LKS