Home / BERANDA / BERITA / EKBIS / HUKUM / NASIONAL

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:31 WIB

Listrik Padam, Ribuan Ayam Mati: Peternak Palangka Raya Lempar Bangkai ke Kantor PLN

Kerugian satu kandang capai Rp360 juta. Demonstran tuntut kompensasi dan tanggung jawab PLN

MEDIALITERASI.ID | PALANGKA RAYA — Ratusan bangkai ayam dilempar ke halaman Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani pada 29 Juli 2026. Aksi itu menjadi puncak kekecewaan peternak setelah pemadaman listrik selama dua hari menyebabkan ribuan ayam broiler mati di dalam kandang sistem close house.

Peristiwa terjadi pada 28 hingga 29 Juli 2026. Menurut keterangan para peternak, sekitar 90 persen kandang modern di Palangka Raya mengalami pemadaman. Blower dan sistem ventilasi berhenti, oksigen di dalam kandang menipis, dan ayam yang seharusnya tinggal menunggu panen mati secara massal.

 

Kronologi dan Dampak

Peternak mengaku telah berupaya menyelamatkan ternak dengan menyalakan genset. Namun mesin itu tidak kuat beroperasi nonstop dan akhirnya ikut mati. Kondisi diperparah dengan kelangkaan BBM di SPBU sehingga genset cadangan sulit diisi.

“Dalam waktu singkat, ribuan ayam mati. Satu kandang kapasitas 40 ribu ekor bisa rugi sampai Rp360 juta,” kata salah seorang perwakilan peternak saat berorasi di kantor PLN.

Baca Juga  Kapolres Pidie Jaya Pimpin Konferensi Pers Akhir Tahun 2023: Keberhasilan dan Komitmen Polres

Total kerugian secara keseluruhan belum dihitung, tetapi peternak menyebut ini bukan sekadar gagal panen. “Ini brankas yang meledak,” ujar mereka.

 

Hari Pertama Dialog, Hari Kedua Amarah

Pada hari pertama, 28 Juli, massa masih menggelar orasi dan menuntut dialog serta kompensasi. Suasana berjalan relatif tertib.

Memasuki hari kedua, kesabaran habis. Massa membawa satu unit pick-up berisi ratusan bangkai ayam dan melemparkannya ke gerbang, halaman, hingga trotoar kantor PLN. Aroma menyengat membuat aktivitas di sekitar kantor terganggu.

Para demonstran kecewa karena General Manager PLN UID Kalselteng saat itu berada di Banjarbaru. Yang menemui hanyalah pejabat di bawahnya. “Kami butuh keputusan, bukan hanya mendengar,” teriak salah satu orator.

 

Respons PLN dan Ancaman Aksi Lanjutan

Hingga 30 Juli 2026 pagi, GM PLN UID Kalselteng akhirnya merespons. Berdasarkan informasi dari perwakilan demonstran, GM berjanji hadir ke Kantor UP3 Palangka Raya pukul 09.00 WIB untuk bertemu langsung.

Sementara itu, kelompok yang menamakan diri Gerakan Palangka Raya Gelap sudah membuka pendaftaran untuk “Aksi Jilid III”. Mereka mengajak UMKM dan warga terdampak pemadaman lain untuk ikut bergabung.

Baca Juga  10 Instruktur Aceh Kompeten Sertifikasi Metodologi

 

Catatan Kritis

Pemadaman ini menyorot kerentanan usaha peternakan modern yang sangat bergantung pada pasokan listrik 24 jam. Sistem close house memang efisien, tetapi satu kali padam bisa melumpuhkan seluruh isi kandang.

Di sisi lain, kelangkaan BBM saat krisis membuat upaya mitigasi peternak menjadi sia-sia. Negara hadir bukan hanya lewat tiang listrik, tetapi juga lewat jaminan energi dan kompensasi ketika layanan dasar gagal.

Jika pertemuan 30 Juli tidak menghasilkan solusi konkret, bukan tidak mungkin aksi berikutnya akan lebih besar. Hari ini yang datang bangkai ayam. Besok, tuntutannya bisa berupa tanggung jawab penuh atas matinya usaha rakyat.

Untuk warga Palangka Raya, kalimat “listrik padam” kini bukan hanya berarti lampu gelap. Ia berarti harapan, pendapatan, dan ribuan nyawa ternak ikut padam bersamaan.(Red/Sam)

Artikel ini disusun berdasarkan keterangan demonstran, pantauan di lokasi, dan informasi dari perwakilan peternak Palangka Raya. Pihak PLN belum merilis pernyataan resmi tertulis hingga berita ini diturunkan.

Share :

Baca Juga

BERANDA

Judul: Diduga Modus “Ghibah Akar Rumput”, Anggaran Keterbukaan Informasi Publik Disorot

BERANDA

995 Pucuk Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno Ditemukan di Ruang Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel

ACEH

BUNDA GURU PGRI ACEH TIMUR SALURKAN BANTUAN UNTUK 309 GURU KORBAN BANJIR DI 3 KECAMATAN

ACEH

Delapan Santri Misbahul Ulum Ikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Cibubur

ACEH

Rayakan HUT ke-53, Bank Aceh Syariah Cabang Idi Gelar Donor Darah dan Bersih-bersih Pantai di Aceh Timur

BERANDA

3 Wanita Asal Sabah Ditangkap di Bandara Soetta Bawa Narkoba, Polisi Malaysia: Diduga untuk Pemakaian Pribadi

BERANDA

Warga Malaysia Ditangkap di Bandara Juanda, Diduga Selundup 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

BERITA

PERMAHI Jambi Ajak Masyarakat Perangi Hoaks demi Jaga Persatuan Jelang HUT Ke-81 RI