Home / BERITA

Senin, 16 Desember 2024 - 20:15 WIB

DPP PDI-P Tuding Polisi Brutal di Pilkada Paniai, Nason Uti: Pernyataan itu adalah Pembohongan Publik

MEDIALITERASI.ID | NABIRE – Pernyataan yang dilontarkan ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus pada beberapa media mainstream yang menyebut kebrutalan aparat kepolisian daerah Paniai dalam hal ini Kapolres Paniai, Kabag ops serta jajarannya yang mencoba merampok dan membegal hasil pemilu di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, ditanggapi 4 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Minggu (15/12/2024).

Dalam video tersebut, Deddy Sitorus mengatakan, berdasarkan hasil rekaman video, aparat dengan senjata lengkap mengobrak abrik proses rekapitulasi suara Pilkada.

Saat ditemui, Tim koalisi 4 pasangan calon bupati bupati secara tegas membantah pernyataan tersebut.

“Kami atas nama masyarakat Paniai, alam dan Tuhan menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak benar dan ini sebuah pembohongan publik,” kata Nason Uti, Minggu (15/12/2024) malam di Nabire.

Dikatakan, ucapan Ketua DPP PDI-P tersebut sebagai upaya untuk melindungi dan meloloskan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur serta Paslon bupati dan wakil bupati yang diusung PDIP.

“Sehingga pada tahapan pemungutan suara dan proses rekapitulasi perhitungan suara yang digelar di kabupaten Paniai pada 4 dan 11 Desember, terjadi kecurangan besar-besaran yang melibatkan penyelenggara pemilu (5 komisioner KPU, sekertaris dan 2 anggota Bawaslu) bekerjasama dengan PPk/PPD di 24 distrik,” ujarnya.

Baca Juga  IPW Sebut Langkah Polri Sudah Tepat di Kasus Vina, Masyarakat Jangan Termakan Hoaks

Untuk itu, tim koalisi 4 Paslon dengan tegas menyatakan:

(1). Aparat kepolisian (Kapolres dan Kabag ops beserta jajarannya), tidak pernah intervensi dalam mengatur atau merampas suara dalam bentuk apapun.

(2).Kapolres dan Kabag ops serta jajarannya, tidak pernah melakukan kekerasan dan ancaman terhadap siapapun dalam rapat pleno rekapitulasi perhitungan perolehan suara pada tanggal 4 dan 11 Desember 2024.

(3). Kapolres dan Kabag ops serta jajarannya yang masuk dalam ruangan pleno untuk mengatasi dan mengamankan kericuhan yang terjadi antara saksi-saksi dengan 5 KPU, 2 orang Bawaslu dan PPD di 24 distrik pada rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara tanggal 4 dan 11 Desember 2024.

(4). Aparat kepolisian (Kabag ops) bersuara kepada KPU dalam rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara pada tanggal 11 Desember 2024 adalah atas desakan, tuntutan dan permintaan masyarakat di wilayah III, 6 distrik dan 6 distrik dan masyarakat di wilayah I, II atau distrik lainnya meminta KPU membacakan D hasil berdasarkan hasil kesepakatan masyarakat di tingkat TPS.

Baca Juga  Atasi Krisis Pangan di Kepulauan Masalembo Logistik Diangkut dengan Kapal Perang

(5). Aparat kepolisian Kapolres dan Kabag ops beserta jajarannya, telah melaksanakan tugas pengamanan secara baik dan sangat profesional di tahapan proses pemungutan suara yang berlangsung di aula kantor KPU pada tanggal 27 November, 4 dan 11 Desember 2024.

(6). Aparat kepolisian Kapolres dan Kabag ops serta jajarannya, telah melaksanakan tugas pengamanan dengan lebih mengutamakan dan menjaga keselamatan manusia dan juga menjaga nama baik institusi kepolisian daerah Paniai, Provinsi Papua Tengah dan Republik Indonesia.

(7). Aparat kepolisian Kapolres dan Kabag ops serta jajarannya, telah melaksanakan tugas dan menjunjung tinggi nilai demokrasi,keadilan dan perdamaian dalam proses rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di Kabupaten Paniai.

Berdasarkan 7 poin diatas, tim koalisi bersama tokoh masyarakat, perempuan,agama, dan tokoh pemuda sepakat, siap memberikan keterangan dihadapan hukum. (Mogouda Yeimo)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Al-Farlaky Kebut Huntap Pascabanjir: Data Harus Akurat, Kualitas Jangan Dikompromi

ACEH

Mualem Rotasi Nasir dari Sekda ke Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh

ACEH

Dibawa ke Lahan Kosong Belakang Sekolah, Siswa SMAN di Bener Meriah Dikeroyok Senior Hingga Kritis

ACEH

Pemerintah Aceh Bantah Isu Fadhlullah Jadi Plh Gubernur: Mualem Berhalangan, Dek Fad Jalankan Tugas

BERITA

Studi BRIN: Tsunami Pangandaran 2006 Bisa Capai 8 Meter Lebih karena Gempa Megathrust dan Longsor Laut

BERITA

MoU Helsinki 21 Tahun: Ketika Simbol Dipersoalkan, Tapi Keadilan Rakyat Aceh Diabaikan

ACEH

30 Ibu Rumah Tangga di Aceh Timur Terima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif dari TP PKK

BERANDA

tvOne Kecam Penyebaran Gambar Tayangan yang Diedit, Ancam Ambil Langkah Hukum