![]()
SUMENEP — Krisis pangan yang terjadi di pulau Masalembu kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur yang beberapa hari ini dikeluhkan masyarakat Masalembu karena kondisi cuaca ekstrim.
Pasalnya, yang menjadi penyebab krisis pangan karena kendala pengiriman logistik yang disebabkan oleh badai dan cuaca ekstrim sehingga kapal Sabuk Nusantara yang biasa digunakan untuk mengangkut sembako dan penumpang tidak dapat berlayar.
Sehingga dengan hal tersebut, Letkol Cba M. Said Dandenbekang Garut melaporkan kejadian tersebut kepada Pangdam TNI Farid Makruf, berikut isi laporannya :
Assalamualaikum Bapak Panglima, ijin kami Letkol Cba M. Said Dandenbekang Garut, Putra Sumenep, ijin melaporkan bapak Panglima terkait Krisis Pangan di Pulau Masalembu Sumenep akibat cuaca ekstrim/badai sehingga kapal Sabuk Nusantara yang digunakan untuk mengangkut Sembako dan penumpang ke pulau Masalembu tidak bisa berlayar Bapak, sehingga mengakibatkan kehabisan bahan pangan dari hari Sabtu sampai saat ini masyarakat kehabisan beras dll, kami sudah koordinasi dengan Dandim Sumenep dan Kapolres Sumenep.
Oleh karena itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, MA langsung bergerak cepat menggalang bantuan bahan pangan bekerjasama dengan Forkopimda Jatim, Polda Jatim dan jajaran TNI Angkatan Laut.
Pihaknya menyampaikan bahwa masyarakat setempat terpaksa tinggal memakan singkong untuk menyiasati kekurangan stok beras. Sudah beberapa pekan ini Kapal Sabuk Nusantara 92 yang biasa melayani angkutan barang dan orang kepulauan tidak berlayar. Saat ini hanya berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, akibat badai dan cuaca yang tidak menentu.
“Tadi sore sejumlah bahan pangan sudah dikirim ke wilayah tersebut untuk mengatasi krisis pangan yang dialami warga setempat dengan KRI Malahayati-326. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang melepas bantuan logistik itu menuju ke Kepulauan Masalembo,” ujarnya Pangdam V/Brawijaya, Rabu (1/3).
Pangdam V/Brawijaya menyampaikan bahwa sebanyak 10 ton beras, 700 kaleng Sarden, 5 ton gula, 10 ribu dus mie instan dan 2 ribu liter minyak goreng telah diangkut ke Kepulauan Masalembo.
Namun karena keterbatasan daya angkut KRI, sejumlah bahan pangan yakni 10 ton beras dari Forkopimpda Provinsi Jatim, 3 ton beras dari Pangdam V/Brawijaya dan 2 ton beras dari Bupati Sumenep tidak bisa lagi terangkut.
“Informasi yang kami terima dari kapten kapal, Letkol Laut (P) Fuad Hassan menuturkan bahwa kapasitas angkut terbatas, karena kapal lego jangkar di Masalembo dan tidak bisa sandar. sehingga serah terima dilaksanakan di laut melalui kapal ke kapal,” jelas Mayjen TNI Farid Makruf, MA.
Ia juga telah melaporkan situasi krisis pangan ini kepada Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurrachman dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Pimpinan TNI telah memerintahkan agar TNI berperan aktif mengatasi krisis pangan tersebut dan agar bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jatim, Polda Jatim dan pihak lainnya agar dapat segera diselesaikan.
“Baik Panglima TNI dan Kasad telah memerintahkan, kami terlibat aktif dalam menyelesaikan krisis pangan ini bahkan bila perlu ada beberapa kapal perang dari TNI Angkatan Laut yang dikerahkan untuk mengangkut bahan pangan ke Kepulauan Masalembo,” demikian Pangdam V/Brawijaya.
Mantan Kepala Penerangan Kopassus itu berharap dengan sinergi semua pihak krisis pangan ini bisa segera diselesaikan. (*/Toifur)







