MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Sekolah Alam KAHFIS Aceh mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh karena dinilai berhasil menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik melalui pembelajaran berbasis alam. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Gebyar Muharam dan Pentas Seni Siswa 2026 bertema “Hijrah Kreatif: Dari Alam untuk Kebaikan” yang digelar di Aula DLHK Provinsi Aceh, Selasa (23/6/2026).
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya DLHK Aceh, Hanifah, S.P., M.Ling., mengatakan Sekolah Alam KAHFIS Aceh memiliki potensi menjadi mitra strategis dalam mendukung Program Adiwiyata karena telah mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam aktivitas belajar sehari-hari.
Menurut Hanifah, berbagai kebiasaan positif telah diterapkan di sekolah, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan ecobrick dari limbah plastik yang telah dibersihkan dan dicacah, hingga pemanfaatan barang bekas menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai estetika dan ekonomi.
“Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sejak usia dini akan membentuk karakter peduli lingkungan. Apa yang dilakukan Sekolah Alam KAHFIS Aceh menjadi contoh baik yang dapat dikembangkan di sekolah lainnya,” ujarnya.
Selain memberikan apresiasi, Hanifah juga mengedukasi siswa, orang tua, dan tamu undangan mengenai pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pembina Sekolah Alam KAHFIS Aceh, Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc., yang akrab disapa Bunday, menjelaskan bahwa sekolah mengusung konsep pendidikan Rahmatan lil ‘Alamin, yakni pendidikan yang memadukan penguatan akhlak, kecerdasan, kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepedulian terhadap alam.
Ia menyebutkan proses pembelajaran di KAHFIS dibangun melalui empat pilar utama, yaitu Pilar Akhlak, Pilar Logika, Pilar Leadership, dan Pilar Bisnis. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dibiasakan menyelesaikan persoalan melalui pengalaman langsung di lingkungan sekitar.
“Anak-anak belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga langsung dari alam. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, kreatif, mandiri, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” kata Bunday.
Semangat tersebut ditampilkan melalui Stand Pameran Siswa yang memamerkan berbagai hasil karya berbahan dasar barang bekas dan material daur ulang. Berbagai produk yang dipamerkan menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna sekaligus bernilai ekonomi.
Sekolah juga menghadirkan Stand KAHBIZ, sebagai media pembelajaran kewirausahaan bagi siswa sejak dini. Di stand tersebut, peserta didik belajar memasarkan produk, melayani pelanggan, hingga memahami proses bisnis sederhana.
Sementara itu, Stand Rumoeh Bakat memperkenalkan metode Talents Mapping untuk memetakan potensi setiap siswa. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penerapan Personal Curriculum, yakni pembelajaran yang disesuaikan dengan bakat dan kekuatan masing-masing peserta didik.
Rangkaian Gebyar Muharam turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni yang dibawakan para siswa di bawah bimbingan Miss Nailan Sakinah, A.Md. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari orang tua dan tamu undangan.
Kegiatan ditutup dengan prosesi wisuda siswa yang berlangsung penuh haru. Suasana semakin emosional ketika diputar tayangan berisi pesan, doa, dan ungkapan kasih sayang para siswa kepada kedua orang tua mereka.
Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Alam KAHFIS Aceh menunjukkan bahwa pendidikan berbasis alam tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membekali peserta didik dengan kreativitas dan jiwa kewirausahaan sejak usia dini. (Difa)







