Home / BERITA / EKBIS

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 02:18 WIB

China Sepakati Perpanjangan Tenor Utang Proyek Kereta Cepat hingga 60 Tahun

MEDIALITERASI.ID | JAKARTAPemerintah China akhirnya menyetujui langkah perpanjangan tenor pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh hingga 60 tahun. Kesepakatan ini menjadi bagian dari restrukturisasi pembiayaan yang diupayakan oleh kedua negara untuk menjaga keberlanjutan proyek strategis tersebut tanpa menambah beban fiskal negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers reguler di Beijing, Senin (20/10/2025), menyebut bahwa proyek KCJB sejauh ini telah memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Indonesia dan berjalan dengan aman serta tertib selama dua tahun beroperasi.

“Selama dua tahun terakhir, kereta cepat Jakarta – Bandung telah mempertahankan operasi yang aman dan lancar, melayani lebih dari 11,71 juta penumpang dengan arus penumpang yang terus meningkat,” kata Guo Jiakun.

“China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk terus memfasilitasi operasi kereta cepat yang berkualitas tinggi agar proyek ini memberi manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar,” tambahnya.

Baca Juga  Polri Ungkap Sindikat Penipuan Online Berkedok Fake BTS dan SMS Blast, Dua WNA Cina Ditangkap di SCBD

Sumber di lingkungan Dewan Ekonomi Nasional menyebut bahwa kesepakatan perpanjangan tenor hingga 60 tahun tersebut merupakan hasil negosiasi intens antara kedua pemerintah, dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga menjabat Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas finansial proyek tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Restrukturisasi ini penting agar proyek tetap beroperasi sehat tanpa mengganggu fiskal nasional. Pemerintah Indonesia dan China sama-sama berkomitmen untuk mencari solusi yang berkelanjutan,” ujar Luhut dalam keterangan terpisah di Jakarta.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembiayaan utang proyek tersebut tetap menjadi tanggung jawab badan usaha, bukan negara.

Menurutnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Danantara) masih memiliki kapasitas finansial untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang secara bertahap.

Baca Juga  BPK dan Mahkamah Agung Gelar Entry Meeting Pemeriksaan Kinerja Pelayanan Peradilan Semester II 2025

“Dividen BUMN cukup untuk menutupi kewajiban pembayaran. Tidak ada alasan menggunakan APBN untuk menalangi proyek ini,” tegas Purbaya.

Total biaya proyek KCJB diketahui mencapai sekitar US$ 7,26 miliar atau setara Rp 119,79 triliun. Dengan skema perpanjangan tenor, Indonesia diharapkan memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk pengelolaan pembiayaan infrastruktur lainnya.

China menilai bahwa proyek ini tidak semata-mata harus diukur dari neraca keuangan, melainkan juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan.
KCJB disebut telah menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan mobilitas masyarakat di sepanjang jalur Jakarta –Bandung.

“Manfaat sosial dan ekonomi terus dilepaskan, dan ini menjadi bukti kerja sama yang saling menguntungkan antara China dan Indonesia,” tutup Guo Jiakun. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

DPW Partai Aceh Dukung Penuh DOB Peureulak Raya: “Untuk Kesejahteraan Masyarakat”

BERANDA

Gaspol di MotorLand Aragon: Veda Ega Bidik Poin, Perebutan Podium MotoGP 2026 Makin Panas

ACEH

Duka Pante Panah: Sambaran Petir Tewaskan 1 Orang, 2 Korban Dirawat di RSUD Zubir Mahmud*

ACEH

Bupati Al-Farlaky Kebut Huntap Pascabanjir: Data Harus Akurat, Kualitas Jangan Dikompromi

ACEH

Mualem Rotasi Nasir dari Sekda ke Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh

ACEH

Dibawa ke Lahan Kosong Belakang Sekolah, Siswa SMAN di Bener Meriah Dikeroyok Senior Hingga Kritis

ACEH

Pemerintah Aceh Bantah Isu Fadhlullah Jadi Plh Gubernur: Mualem Berhalangan, Dek Fad Jalankan Tugas

BERITA

Studi BRIN: Tsunami Pangandaran 2006 Bisa Capai 8 Meter Lebih karena Gempa Megathrust dan Longsor Laut