_4 KK kehilangan tempat tinggal, bantuan masa panik tiba 3,5 jam setelah kebakaran_
MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Gerak cepat dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur setelah dua rumah warga di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak terbakar, Jumat 10 Juli 2026 pagi. Atas perhatian Bupati, bantuan masa panik dari Dinas Sosial langsung disalurkan siang harinya kepada 4 Kepala Keluarga yang kehilangan harta benda.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di Dusun Lubuk Bayah. Api pertama kali terlihat keluar dari kamar rumah milik Nuraisah Ali, 52 tahun. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari kipas angin.
“Saat itu saya melihat api sudah membesar dari kamar samping sebelah kiri. Kami bersama warga langsung berupaya memadamkan api,” ujar Hasbi, 52 tahun, warga setempat yang pertama kali melihat kejadian.
Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun seluruh penghuni rumah harus kehilangan tempat tinggal dan barang berharga.
4 KK Kehilangan Harta Benda Senilai Rp150 Juta
Berdasarkan data Dinas Sosial Aceh Timur, rumah permanen ukuran 6×10 meter itu dihuni 4 KK, yaitu Nuraisah Ali, 52 tahun, petani; Tihawa, 75 tahun; Eli Merlinda, 30 tahun; dan Irwan Dani, 30 tahun, petani.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta. Sejumlah barang ludes terbakar, mulai dari 2 unit sepeda motor, 1 kulkas, 1 mesin cuci, 1 televisi, 2 kompor gas, 1 tabung gas 3 kg, 3 tempat tidur dengan kasur, hingga dokumen penting seperti KTP, KK, surat tanah, akte kelahiran, dan ijazah.
“Pada saat kejadian pemilik rumah sempat berada di dalam dan berupaya menyelamatkan barang-barang,” tulis laporan Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Timur.
Bantuan Tiba Pukul 12.00 WIB
Merespin laporan cepat dari lapangan, Pemkab Aceh Timur melalui Dinsos langsung menurunkan bantuan masa panik. Bantuan logistik diserahkan kepada korban pada Jumat pukul 12.00 WIB, atau sekitar 3,5 jam setelah kejadian.
Bantuan diambil oleh Kasi Sosial Kecamatan Ranto Peureulak dari gudang Dinsos Aceh Timur. Proses penyerahan turut dihadiri Keuchik dan perangkat Gampong Seumanah Jaya.
Langkah penanganan lain yang dilakukan Dinsos meliputi pendataan korban, pengambilan keterangan saksi, dokumentasi, dan pelaporan kepada pimpinan daerah untuk tindak lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, keempat KK masih mengungsi sementara di rumah kerabat terdekat sambil menunggu bantuan lanjutan dari pemerintah.
Pemkab Aceh Timur mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting, terutama pada peralatan elektronik yang digunakan terus menerus.(AYD)







