Home / BERITA

Jumat, 31 Desember 2021 - 04:05 WIB

BMKG, Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah di Wilayah Aceh Jelang Tahun Baru

ACEH UTARA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Malikussaleh Aceh Utara menghimbau Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah di wilayah Aceh menjelang tahun baru 2022. (31/12/21)

Munculnya dua area sirkulasi tertutup (sirkulasi Eddy) di perairan sebelah barat Aceh dan Pulau Kalimantan, menyebabkan terbentuknya pola belokan angin (shear line) di sepanjang Selat Malaka dan Pesisir Aceh Bagian Barat.

Kepala BKMG Malikussaleh Aceh Utara Siswanto, ST., M.Si menyampaikan kondisi atmosfer terkini, terdeteksi adanya aliran massa udara basah dari Laut Cina Selatan yang menyebabkan wilayah Aceh, khususnya Aceh Tamiang hingga bagian utara Aceh (Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Bireuen) cenderung dalam kondisi yang sangat basah.

“Waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan disertai angin kencang”, papar Ketua BMKG Malikussaleh.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, potensi peningkatan curah hujan dapat mengakibatkan bencana banjir bandang atau genangan maupun tanah longsor, dan juga mengantisipasi adanya tiupan angin kencang maupun puting beliung. Jelas Siswanto.

Baca Juga  BPBD Lhokseumawe Imbau Tiga Kecamatan Waspada Banjir Pesisir 5–10 Desember 2025

Kemunculan sirkulasi Eddy mengakibatkan kondisi atmosfer di wilayah pelayanan BMKG Malikussaleh Aceh Utara dalam 3 (tiga) hari ke depan secara umum menjadi tidak stabil dan berpotensi terjadi hujan Intensitas Sedang hingga Lebat disertai petir dan angin kencang.

Pada saat ini situasi cuaca belum normal, dalam arti masih akan ada kecenderungan peningkatan curah hujan di atas normal yang bisa mencapai 70 persen dimana puncaknya diprediksi di bulan Desember 2021 s/d Januari 2022.

Peningkatan curah hujan diprediksi akan terus berlangsung, meskipun setelah Januari masih terjadi hujan dan diprediksi terjadi hingga memasuki bulan Februari 2022.

Secara umum Arah angin dominan bertiup dari arah barat hingga timur laut dengan kecepatan rata-rata 7-38 km/jam, dengan tinggi gelombang hingga 3 hari ke depan terpantau antara 1.0 – 2.5 m.

Kemunculan Awan konvektif seperti Awan Cumulonimbus (Cb) dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50 – 75 % / occasional) selama 3 (tiga) hari ke depan diprediksi masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Aceh. Tentu kondisi ini akan mengganggu kenyamanan terhadap keselamatan pada jalur penerbangan sipil, khususnya yang berada pada jalur penerbangan Kualanamu (medan) ke Malikussaleh dan sebaliknya.

Baca Juga  Ruang Komunikasi Terbuka Lebar, Pemkab Deli Serdang Luncurkan Podcast "Cakep di Balkon"

Dalam hal ini BMKG Malikussaleh Aceh Utara juga menghimbau kepada seluruh stake holder seperti Airnav, Maskapai Penerbangan, Para Nelayan, Masyarakat Pesisir Pantai dan pengelola wisata air agar terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap perubahan cuaca.

BMGK Malikussaleh Aceh Utara juga menyampaikan Kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem salah satunya dapat dilakukan dengan cara terus memonitor info perkembangan cuaca dari aplikasi ponsel Android (info.bmkg), sosial media (akun IG : bmkg_acehutara) dan juga dari laman web (www.bmkg.go.id) atau dapat berkontak langsung melalui kantor BMKG Terdekat.

Reporter : (Ek) | Photo : Ilustrasi Google : Editor : Endang

Share :

Baca Juga

BERITA

Pemimpin West Papua Army Bantah Narasi Patroli Humanis Operasi Damai Cartenz di Sinak

BERITA

Iran Pertimbangkan Buka Selat Hormuz, Transaksi Minyak Diminta Gunakan Yuan

BERITA

Polda Metro Jaya Langsung Tindak Lanjut Perintah Kapolri : Mengusut Tuntas Kasus Penyiraman Cairan Berbahaya Terhadap Aktivis KontraS

BERITA

Anies Baswedan Tulis Pesan Dukungan untuk Andrie Yunus yang Dirawat di HCU

BERITA

Anies dan Novel Baswedan Jenguk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras di RSCM

BERITA

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, PERMAHI Minta Komisi III DPR Kawal Pengusutan

BERITA

Patroli Humanis Operasi Damai Cartenz Diklaim Hadirkan Rasa Aman bagi Warga Sinak

BERITA

Polisi Ungkap Jaringan Transaksi Senjata untuk KKB di Papua, Lima Orang Jadi Tersangka