MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Baitul Mal Aceh bersama Forum Dakwah Perbatasan menjalankan Program Mualaf Berdaya untuk membantu para mualaf yang masih kesulitan secara ekonomi agar dapat mandiri melalui bantuan usaha produktif.
Program ini menyalurkan bantuan modal usaha dan dukungan sektor produktif yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Tim Baitul Mal Aceh juga melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan usaha serta mendokumentasikan dampak program terhadap kesejahteraan penerima dan keluarga.
Salah satu penerima manfaat adalah Siti Rahmah Simangunsong, sebelumnya bernama Ria Rotua Simangunsong. Ia menjadi mualaf pada 2024 dan kini menanggung dua anak. Siti menerima bantuan modal usaha Rp16 juta untuk mengembangkan kios yang ia jalankan.
Muhammad atau Robet Berutu juga mendapat bantuan Rp20 juta untuk mengembangkan usaha bengkel Honda. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat usahanya dan menambah penghasilan keluarga.
Sementara itu, Muhammad Riswan, yang menjadi mualaf pada 2025, menerima bantuan Rp20 juta untuk usaha kelontong. Ia hidup bersama istri yang beragama Islam dan memiliki satu anak.
Dukungan program juga menyasar sektor peternakan. Mukhlis Surbakti, atau Sege Framuska, yang menjadi mualaf sejak 2021 menerima bantuan ternak sapi senilai Rp20 juta. Bantuan itu diharapkan menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya yang terdiri dari tiga anak.
Baitul Mal Aceh menyatakan kolaborasi dengan Forum Dakwah Perbatasan akan terus dilanjutkan agar Program Mualaf Berdaya memberi dampak berkelanjutan bagi para mualaf di Aceh.(*)







