Home / BERITA

Jumat, 30 Mei 2025 - 14:39 WIB

Berdimensi Spiritual dan Sosial, Ketum LDII Dorong Umat Islam Tingkatkan Kurban

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso meminta umat Islam, khususnya warga LDII meningkatkan jumlah kurban. Pasalnya, ibadah kurban memiliki dimensi spiritual maupun sosial(30/5/2025.

“Kurban merupakan wujud ketakwaan kepada Allah, mengikuti teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Sekaligus menjadi sarana untuk membangun kekuatan sosial dan kepedulian antarsesama,” ungkap KH Chriswanto Santoso.

Ia mengingatkan kurban merupakan simbol ketakwaan individu sekaligus menjadi upaya meningkatkan kesalehan sosial, karena menunjukkan kepedulian umat Islam kepada sesama, “Kurban menjadi ladang pahala dan sarana berbagi. Warga bisa memberi tanpa pamrih dan yang menerima merasakan kebahagiaan. Ini membangun kekuatan sosial yang luar biasa,” ujar KH Chriswanto.

Ia mengingatkan kurban bisa menjadi penyelamat sekelompok masyarakat yang menjadi pelaku ekonomi, yang berkaitan dengan peternakan, “Kondisi ekonomi dunia sedang mengalami penurunan, kurban ini mampu memutar ekonomi para peternak, pedagang, distributor hingga mereka yang berkaitan dengan peredaran hewan kurban,” paparnya.

Baca Juga  Bank Muamalat Bantu Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Terdampak Banjir

Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Newcastle University itu menyebut, pembagian daging kurban juga berkontribusi terhadap peningkatan asupan gizi masyarakat, terutama dalam mendukung program pencegahan stunting yang sedang digencarkan pemerintah.

Keutamaan melaksanakan ibadah kurban yang luar biasa itu, menurutnya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Baik dari sisi pahalanya yang luar biasa, dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Ia meminta warga LDII yang telah memiliki mekanisme menabung untuk membeli hewan kurban, agar meningkatkan kuantitasnya, “Kurban merupakan wujud takwa sekaligus bersyukur. Artinya, dimensi spiritual ini harus menjadi daya dorong peningkatan jumlah kurban umat Islam,” tuturnya.

KH Chriswanto memaparkan, warga LDII mempunyai metode unik LDII dalam berkurban, yakni dengan menabung sejak awal tahun untuk kurban pada tahun berikutnya, sebagai wujud keikhlasan dalam ibadah sosial, “Setiap pengajian di majelis-majelis taklim LDII panitia kurban menawarkan tabungan kepada warga LDII semampunya, meskipun kecil namun intensitas pengajiannya tinggi, maka tabungan yang terkumpul menjadi besar,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolda Aceh Pastikan Keamanan Peringatan Dua Dekade Hari Perdamaian Aceh

Dengan cara tersebut, warga LDII bisa melaksanakan kurban dengan metode patungan dan menabung. Menurut KH Chriswanto, DPP LDII pada Idul Adha tahun ini mengangkat tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”.

KH Chriswanto Santoso optimis dengan keikhlasan dan ketakwaan mampu menjadikan umat Islam berkontribusi dalam pembangunan bangsa, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tutur KH Chriswanto mengutip hadits dari Rasulullah SAW.

Dari pantauan media, jumlah kurban warga LDII dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2021, jumlah kurban warga LDII mencapai 39.301 ekor, selanjutnya pada 2022 mencapai 42.646 ekor.

Kemudian pada 2023 jumlah kurbannya mencapai 47.341 ekor, dan pada 2024 mencapai 50.460 ekor, “Kami berharap pada 2025 bisa meningkat mencapai 10-20 persen,” pungkasnya. (H.RANTO)

Share :

Baca Juga

BERITA

Ketum APKOMINDO Minta MA Awasi Kasasi Terkait Dugaan Rekayasa Hukum

BERITA

Semangat Berbagi di Tengah Tantangan Ekonomi, Warga Gla Mns Baro Salurkan 16 Hewan Kurban

ACEH

Ribuan Warga Padati Open House Idul Adha Bupati Aceh Timur, Al-Farlaky: Pemerintah Hadir Tanpa Sekat

BERANDA

IRGC Sebut Potensi Perang AS-Iran Rendah, Kesiapsiagaan di Perbatasan Tetap Diperketat

ACEH

Bupati Al-Farlaky Lepas Pawai Takbir Keliling Idul Adha 1447 H di Aceh Timur, Ribuan Warga Tumpah Ruah

BERANDA

Al Jazeera: AS dan Iran Capai Kesepakatan, Tinggal Tunggu Tanda Tangan

BERANDA

Gempa M 2,4 Guncang Lombok Utara Dini Hari, BMKG: Kedalaman 204 Km

BERITA

Ketua Dewan Adat Mee-Pago: Tolak Blok Wabu, Soroti Keamanan, dan Evaluasi Otsus Papua