Home / BERITA

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:45 WIB

Aliansi Pemuda dan Pers Soroti Penanganan Pascabanjir di Pidie Jaya

MEDIALITERASI.ID | PIDIE JAYA – Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya bersama Aliansi Pers Rehab Rekon Aceh mengkritik penanganan pascabencana banjir oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya yang dinilai belum menunjukkan progres signifikan bagi masyarakat terdampak.

Koordinator Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya, Dedi Saputra, menyebut kondisi di lapangan masih memperlihatkan lambannya proses pemulihan. Menurutnya, sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah daerah belum sepenuhnya menjawab kebutuhan korban banjir.

“Kebijakan yang diambil terkesan bersifat asumtif dan belum berpijak pada realitas kebutuhan korban di lapangan. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut efektivitas fungsi pemerintahan dalam situasi krisis,” ujar Dedi.

Kritik serupa disampaikan Wakil Ketua Distrik Aliansi Pers Rehab Rekon Pidie Jaya, Hambali atau yang akrab disapa Apa Lambak. Ia menyoroti manajemen penanganan bencana sejak fase tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang dinilai belum optimal.

Baca Juga  Kejaksaan Negeri Pidie Jaya Tetapkan Tersangka Pidana Korupsi PDAM Tirta Krueng Meureudu

Menurutnya, penggunaan sumber daya seperti alat berat belum maksimal, sementara akses mobilitas warga masih terganggu akibat material sisa banjir yang belum sepenuhnya dibersihkan.

“Alat berat disebut tersedia dalam jumlah cukup, tetapi di lapangan masih ditemukan akses jalan yang belum pulih. Jika penanganan dilakukan secara maksimal dan melibatkan berbagai pihak, proses pemulihan seharusnya bisa berjalan lebih cepat,” katanya.

Selain itu, aliansi juga menyoroti penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Mereka menilai transparansi penggunaan anggaran perlu ditingkatkan agar penyerapannya tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat terdampak.

“Penggunaan anggaran BTT harus dipublikasikan secara terbuka. Masyarakat berhak mengetahui alokasi anggaran yang digunakan dalam penanganan bencana,” tambahnya.

Baca Juga  Kakanwil Ditjenpas Aceh Resmikan Kandang Sapi Asta Cita di Lapas Sinabang

Berdasarkan temuan lapangan aliansi, sebagian warga terdampak memilih bertahan di rumah masing-masing untuk membersihkan sisa material banjir dibandingkan menempati hunian sementara (huntara). Di sisi lain, sejumlah unit huntara yang telah dibangun dilaporkan belum sepenuhnya ditempati.

Menjelang bulan suci Ramadhan, aliansi mendesak pemerintah daerah mempercepat pemulihan infrastruktur dasar, memperbaiki validasi data penerima bantuan, serta mengoptimalkan penyaluran anggaran bantuan agar masyarakat tidak terbebani biaya perbaikan rumah secara mandiri.

“Pemerintah diharapkan dapat mempercepat langkah konkret di lapangan agar beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat,” ujar Hambali.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Pidie Jaya belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan aliansi tersebut. (Tim Aliansi Pers)

Share :

Baca Juga

BERITA

Pemimpin West Papua Army Bantah Narasi Patroli Humanis Operasi Damai Cartenz di Sinak

BERITA

Iran Pertimbangkan Buka Selat Hormuz, Transaksi Minyak Diminta Gunakan Yuan

BERITA

Polda Metro Jaya Langsung Tindak Lanjut Perintah Kapolri : Mengusut Tuntas Kasus Penyiraman Cairan Berbahaya Terhadap Aktivis KontraS

BERITA

Anies Baswedan Tulis Pesan Dukungan untuk Andrie Yunus yang Dirawat di HCU

BERITA

Anies dan Novel Baswedan Jenguk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras di RSCM

BERITA

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, PERMAHI Minta Komisi III DPR Kawal Pengusutan

BERITA

Patroli Humanis Operasi Damai Cartenz Diklaim Hadirkan Rasa Aman bagi Warga Sinak

BERITA

Polisi Ungkap Jaringan Transaksi Senjata untuk KKB di Papua, Lima Orang Jadi Tersangka