![]()
LHOKSUKON – Seorang wali murid Samsul (35) sesalkan sikap arogansi salah satu oknum guru berinisial MY tehadap dirinya dan bersikap kasar terhadap salah satu Wartawan disaat mendatangi SMA Negeri 1 Lhoksukon, Aceh Utara pada Jum’at (10/02/2023)
Samsul yang saat ini menetap di Kecamatan Sawang dan masih di kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu wali murid yang tidak ingin disebut namanya itu terpaksa mendatangi dimana adiknya sedang menimba ilmu lantaran HP yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang tuanya di sita lantaran kedapatan disaat razia sekolah.
Samsul menuturkan, yang membuat dirinya mendatangi sekolah setelah dikabarkan oleh salah satu guru yang tidak dikenalinya itu mengatakan, HP yang biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang tuanya yang sedang sakit di kampung halaman, baru dikembalikan pada bulan Juni 2023 nanti.
Mengingat HP satu – satunya yang dititipkan kepada adiknya agar bisa melakukan komunikasi dengan orang tuanya, membuat dirinya mendatangi Sekolah. Namun hal yang tidak di inginkan pun terjadi.
Sikap arogansi yang seharusnya tidak terjadi juga di sesalkan oleh Azhar selaku wartawan KabarSatu.info
Azhar menilai tindakan yang dilakukan oleh salah satu oknum Guru berinisial MY di SMA Negeri 1 Lhoksukon dalam menjamu wali murid dan menyikapi wartawan merupakan tindakan yang tidak wajar.
“Seorang Guru itu seharusnya bisa bersikap baik, santun, dan dapat mencerminkan suri teladan bagi para muridnya dan juga publik.
Namun sayangnya, sikap tersebut sama sekali tidak dimiliki oleh oknum guru honorer di SMA Negeri 1 Lhoksukon diketahui berinisial MY yang dengan bangganya memamerkan sikap arogansinya bagaikan preman pasar, dan sama sekali tidak menghargai tamu serta wali murid di Sekolah tersebut”, Ujar Azhar.
Dalam kesempatan yang berbeda, Sabtu (11/02/2023) Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lhoksukon Hasbi mengatakan, permasalahan itu berawal dari mis komunikasi sesama pengajar di Sekolah SMA Negeri 1 Lhoksukon antara MY dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah.
Hasbi membenarkan, guru mata pelajaran sejarah memang meminta kepada siswa nya agar membawa Hand Phone (HP) ke sekolah untuk memudahkan mengerjakan tugas kelompok di sekolah.
“Sebelum pelajaran Sejarah dimulai, para dewan guru melakukan razia Hand Phone (HP) di semua ruangan belajar. Hal itu dilakukan demi kenyamanan belajar bersama, selain itu pihak sekolah juga telah mengeluarkan peraturan pelarangan siswa untuk membawa HP ke sekolah tersebut”, Papar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lhoksukon.
Sebelumnya tim Medialiterasi.id juga mencoba mengklarifikasi perihal ini kepada salah satu guru yang berinisial MY melalui pesan Whatsapp namun yang bersangkutan lebih memilih tidak banyak menjawab, sehingga berita ini di muat.
Reporter : EK | Photo : Ilustrasi Quora | Editor : Endang







