Home / BERITA

Selasa, 8 November 2022 - 13:48 WIB

Memori Helsinki Dipamerkan di Museum Tsunami Aceh

Salah satu pengunjung sedang melihat proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh paska gelombang Tsunami dan masa damai.

BANDA ACEH – Aceh pernah mengalami masa keterpurukan saat konflik dan bencana Tsunami yang memporak porandakan Aceh, hingga akhirnya lahirlah perdamaian dari konflik Aceh yang berkepanjangan. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Tsunami Aceh menggelar pameran temporer Memori Helsinki.

Pameran Memori Helsinki menggambarkan momen-momen penting dari proses perdamaian Aceh hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005 silam, serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh paska gelombang Tsunami dan masa damai.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal yang berlangsung di ruang pameran temporer lantai 3 museum, Senin, (7/11/2022)

Almuniza menyampaikan, Aceh pernah terpuruk akibat dampak dari konflik yang berkepanjangan serta bencana gempa dan tsunami 2004. Namun, dibalik konflik dan musibah tersebut ada berkah yang terjadi yaitu penandatanganan MoU Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005 silam.

Baca Juga  Peluang Ekspor Kopi Indonesia ke Rusia Meningkat, Bamsoet Soroti Potensi Pasar Eurasia

“Bagaimana proses penandatangan perdamaian itu berlangsung di Helsinki kita tampilkan di museum walaupun tidak lengkap namun dapat mewakili kejadian pada masa itu,” kata Almuniza.

Lebih lanjut, Almuniza, menuturkan dipilihnya Museum Tsunami Aceh sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini karena mempresentasikan perdamaian yang terjadi di Aceh.

“Jembatan di tengah kolam dinamakan Jembatan Perdamaian. Jembatan tersebut, melambangkan tsunami Aceh yang juga berdampak positif bagi pihak-pihak yang terlibat konflik di Aceh,” ungkap Almuniza.

Kita juga bisa membaca nama-nama negara yang telah membantu Aceh selama masa bencana dan pasca bencana yang dipahatkan pada batu di sekeliling kolam serta dilangit-langit yang ditulis dengan bahasa masing-masing negara yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “damai”.

Baca Juga  Rumah Milik Samsuar Ludes Terbakar Dalam Tempo 15 Menit

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra AZ, membeberkan maksud dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk menggali ilmu yang mungkin belum pernah dipublish kepada pengunjung khususnya kepada para generasi muda Aceh agar tidak pernah melupakan sejarah.

“Kami ingin masyarakat luas, khususnya generasi muda tidak melupakan sejarah Aceh baik pada masa konflik, musibah gempa dan tsunami 2004, hingga masa kebangkitan masyarakat Aceh melalui proses rekontruksi dan rehabilitasi, serta masa damai,” imbuh Syahputra.

Melalui pameran temporer ini, Syahputra, mengajak para pengunjung dan generasi muda untuk lebih tertarik dengan kehidupan Aceh sebelum dan setelah kejadian tsunami yang menimpa Aceh.

Reporter : AF | Photo : Aulia Fitri | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

ACEH

Demo Rusuh di Kantor PT Bumi Aceh Timur, Massa Tahan Manajer dan Desak Pembebasan Hasanudin

ACEH

Pasca Banjir Bandang-Longsor, Warga Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan Dana Pemulihan 2026

ACEH

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir

ACEH

Wabup Aceh Timur Lepas Kontingen Jambore Nasional XII ke Jakarta.

BERITA

Diduga Modus “Ghibah Akar Rumput”, Anggaran Keterbukaan Informasi Publik Disorot

BERANDA

995 Pucuk Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno Ditemukan di Ruang Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel

ACEH

BUNDA GURU PGRI ACEH TIMUR SALURKAN BANTUAN UNTUK 309 GURU KORBAN BANJIR DI 3 KECAMATAN

ACEH

Delapan Santri Misbahul Ulum Ikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Cibubur