Home / RELIGI

Rabu, 25 Mei 2022 - 17:03 WIB

Putra Almarhum KH. Maimoen Zubair Kunjungi Dayah Tahfidzul Qur’an Imam Syafii Kota Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Alumni Al Azhar bidang Tafsir, Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, MA atau biasa dipanggil Gus Ghofur berkunjung ke Dayah Tahfidzul Qur’an (DATAQU) Imam Syafii Kota Lhokseumawe, Selasa (24/5/2022)

Kedatangan Putra KH. Maimoen Zubair bersama rombongan IAIN Cot Kala Langsa ke desa Meuria Paloh Komplek Pesantren Misbahul Ulum tepatnya dikediaman orang tua Pimpinan DATAQU Imam Syafii Tgk. Abdul Halim, Lc., LL.M yang bertepatan di hari ketujuh (Senujoh) berpulangnya Almarhumah Hj. Syarifah binti Hasbi Ibunda Tgk Abdul Halim.

Sempat melakukan shalat maghrib berjamaah di Masjid Agung Islami Centre Lhokseumawe, Gus Ghofur juga memberikan tausiah kepada para jamaah Masjid mengenai Sejarah Pendidikan Al Qur’an dimasa Rasulullah S.A.W kepada para sahabat hingga diteruskan kepada para Ulama.

Dimulai dengan kisah Alwalid bin Almughirah yang tertarik dengan bacaan Al Quran dan datang kepada Nabi untuk mendengarkan bacaan Al Quran, meskipun tidak beriman Al Walid tetap mengagumi keindahan Al Qur’an sebagaimana dengan Abu Jahal akan tetapi keangkuhan menutup mata hati mereka untuk masuk Islam.

Baca Juga  Remaja Masjid Islamic Center Tutup Kegiatan PETA GPRS Dengan Gelar Wisuda Al Qur'an

Ketua STAI Al Anwar Rembang ini juga menyampaikan, keberhasilan bukan hanya saja milik mereka yang memiliki kesempurnaan fisik.

“Kisah Abdullah bin Ummi Maktum, orang buta yang meminta diajarkan Al Quran langsung oleh Rasulullah S.A.W setelah turun surat ‘Abasa kepada Baginda, Abu Abdurrahman Assalami, Imam Qurra’ ‘Ashim mereka semua adalah orang-orang khafif/buta alias tidak dapat melihat, akan tetapi dengan kegigihan mereka menjadi Imam besar pada masanya, papar Dr. KH. Abdul Ghofur dalam Tausiahnya.

Sembari menceritakan kisah para sahabat yang mendapatkan pendidikan dari Rasulullah S.A.W yang senantiasa menjadikan keteladanan sebagai nilai pendidikan dalam mengajarkan muridnya dan juga dengan ketawadhu’an mereka mendengar nasehat dari muridnya.

Tgk Abdul Halim merasa bersyukur atas kehadiran Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, MA ke Dayah yang dipimpinnya saat ini.

“Alhamdulillah, Kehadiran Beliau di DATAQU Imam Syafii memberikan motivasi yang luar biasa kepada santri/wati dan masyarakat secara umum untuk terus meningkatkan wawasan dan semangat dalam mempelajari Al Qur’an, tanpa meninggalkan Fardhu ‘Ain untuk mendalami Fikih, Tauhid dan Tasawwuf, ini kesempatan yang sangat berharga bagi kami” ucap Pimpinan DATAQU Imam Syafii.

Baca Juga  Sekretaris Mahkamah Agung Lantik 40 Pejabat Struktural dan Fungsional

Tgk Abdul Halim merupakan adik kelas Gus Ghofur di Al Azhar, menurutnya Gus Ghafur merupakan sosok yang bersahaja dan kharismatik.

“Beliau juga tawadhu’ sifat Ulama sangat tampak pada diri beliau yang merupakan seorang putra Ulama besar ditingkat Nasional dan Internasional. Siapa yang tidak kenal dengan Almarhum Embah Moen atau KH. Maimoen Zubair yang memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan keagamaan di Indonesia, ini menjadi contoh bagi kita semua”, tambah Tgk. Abdul Halim, Lc., LL.M.

Selepas bersilaturrahmi dengan para santri DATAQU Imam Syafii. Gus Ghofur pamit untuk bertolak ke Kualanamu untuk kembali ke ke Rembang, Jawa Tengah.

Reporter : Ek | Photo : Ist | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

ACEH

Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Aceh Timur Ajak Warga Doa Bersama dan Jaga Perdamaian untuk Anak Cucu

ACEH

Oknum Polisi di Banda Aceh Divonis 20 Bulan Penjara Kasus Ikhtilat

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Bantuan Zakat untuk Guru Dayah dan Santri, Pendaftaran 11-18 Agustus

BERANDA

Artikel Opini “Ya’juj Ma’juj Fans Club” Viral, Soroti Dukungan Publik terhadap Trump dan Netanyahu

ACEH

Baitul Mal Aceh Monev Langsung 22 Daerah, Tegaskan Transparansi Dana ZIWAH Harus Sampai ke Mustahik

ACEH

‘Satu Lentera Padam’, Bupati Al-Farlaky: Kepergian Abiya Kehilangan Cahaya bagi Umat

ACEH

Bupati Al-Farlaky dan Rombongan Takziah ke Dayah Abiya Blang Mideun Julok

ACEH

Abiya Berpulang, Camat Julok: Kami Merasa Kehilangan