Home / ACEH / BERANDA / BERITA / BUDAYA / RELIGI / SOSIAL

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:35 WIB

Abiya Berpulang, Camat Julok: Kami Merasa Kehilangan

SALAT JENAZAH: Ulama kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, memimpin salat jenazah almarhum Tgk H Abubakar atau Abiya di Komplek Dayah Bustanurridha Gampong Blang Mideun, Kec. Julok, Aceh Timur, Sabtu (27/6).

MEDIALITERASI.ID |JULOK — Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah salah seorang pimpinan dayah sekaligus panutan umat di Kecamatan Julok. Beliau adalah Tgk H Abubakar Ahmad atau akrab disapa Abiya Blang Mideun.

Kepulangan Abiya ke rahmatullah sama sekali tidak disangka, karena selama ini Abiya jarang sekali sakit, bahkan sehari sebelum meninggal, Abiya sempat menggelar zikir dan selawatan sekaligus buka puasa bersama dalam rangka Asyura di Masjid Al Kubra Kuta Binjei, karena Abiya tercatat sebagai Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Julok.

Abiya merupakan Pimpinan Dayah Bustanurridha yang beralamat di Gampong Blang Mideun, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Beliau merupakan alumni Dayah Darul Huda Lueng Angen, Aceh Utara. Setelah menjadi matang dengan ilmu agama, Abiya diminta menjadi guru di Dayah Bustanul Huda di Alue Cek Doi, tang di pimpin Tgk H Muhammad Ali atau akrab disapa Abu Paya Pasi.

Baca Juga  Perdana PT PIM Raih Penghargaan Proper Hijau Dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Dimata Camat Julok, H. Muhammad, S.Pd.I, M.A, sosok Abiya merupakan panutan dan pimpinan dayah yang ramah dan mudah berteman dengan siapapun. Bahkan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan pemerintahan, Abiya selalu hadir tepat waktu, meskipun undangan yang disampaikan terkadang menjelang kegiatan dimulai.

“Abiya, hana meudeh meunoe gobnyan, adak telat ta undang bak saboh-saboh acara, tapi tetap hadir tepat watee,” ujar Camat Julok dalam bahasa Aceh, yang artinya, Abiya, tidak susah beliau, meskipun telat diundang namun tetap hadir tepat waktu.

Kenangan terakhir bersama Abiya, lanjut H Muhammad, Abiya memimpin tepung tawar kepulangan jamaah haji BTJ-07 asal Kecamatan Julok, di Masjid Al Kubra Kuta Binjei, Selasa (23/6) dini hari. Dua hari setelahnya, Camat Julok bersama Abiya kembali menggelar kegiatan Zikir, Selawatan dan Doa di Malam Asyura di Masjid Al Kubra Kuta Binjei, Kamis (25/6) malam.

Baca Juga  Bupati Kunjungi CPP Blok A, Medco E&P Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah

“Abiya merasa tidak enak badan saat berwudhu hendak melaksanakan salat mahgrib. Lalu beberapa jamaah memegang dan membawa Abiya ke teras masjid. Selesai salat mahgrib lalu kami melarikan Abiya ke RSUD Dr Zubir Mahmud Aceh Timur di Idi. Hanya 24 jam dirawat disana, Abiya meninggal di Ruang ICU,” ujar H. Muhammad yang juga alumni YPI Darussa’adah Cabang Idi Cut.

Dia bersama tokoh masyarakat dan pemuka agama ikut melayat dan menyalatkan jenazah Abiya di Komplek Masjid Bustanurridha Blang Mideun. Bahkan ribuan jamaah hadir menyalatkan Abiya secara bergiliran sejak malam hingga pagi.

Prosesi pelepasan dipimpin Abu di Paya Pasi (Tgk H Muhammad Ali). Bahkan hadir juga Tgk H Djafar atau Abi Djafar Lueng Angen dan sejumlah pimpinan dayah lainnya. “Mewakili masyarakat Julok, kepergian Abiya menjadikan kami merasa kehilangan, padahal Abiya sudah seperti orangtua kami sendiri. Semoga Allah memberikan pengganti Abiya untuk kami masyarakat Julok,” ujar H. Muhammad. (AYD)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Metro Jaya Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

ACEH

Gubernur Aceh Mualem Absen di Upacara HUT RI ke-81, Wagub Fadhullah Jadi Irup

BERANDA

Menko Polkam Djamari Chaniago: Jaga Perdamaian Aceh-Papua, Hormati Hukum dan Simbol Negara

BERANDA

Diduga Cemburu, Istri di Lumajang Aniaya Suami dengan Celurit hingga Luka Parah

BERANDA

Presiden Perintahkan Darurat Gempa NTT, Wamensos Turun ke Lokasi

BERANDA

Presiden Prabowo Laporkan 121 Kebijakan Transformatif dan Rencana Besar 2027: Dari Swasembada Pangan hingga Renovasi 10.000 Puskesmas

ACEH

Klarifikasi: Berita Seorang Tokoh Meninggal Dunia Hoaks, Korban Luka Parah Masih Hidup dan Dirawat

BERANDA

Kericuhan Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh, Merah Putih Sempat Diturunkan